Senin, 14 November 2016

5 Tips Menjalankan Bisnis Sembari Tetap Bekerja

Saat ini, demam entrepreneur, alias wirausaha sudah semakin mewabah di kalangan masyarakat, baik yang muda maupun sudah cukup matang. Kemajuan teknologi menjadi salah satu penyebabnya.

Hal ini, bisa terlihat dengan semakin banyaknya usaha maupun startup berbasis online. Demam entrepreneur ini juga banyak menyerang kalangan pekerja purna waktu.

Mudahnya menjalankan bisnis sendiri ternyata bisa memiliki dampak yang kurang baik bagi pekerjaan yang mereka jalani karena turunnya produktivitas di tempat kerja.

Managing director dari situs pembanding produk keuangan di Indonesia HaloMoney.co.id, Jay Broekman menyatakan, banyak alasan yang menjadikan seorang pekerja purna waktu memiliki usaha sampingan, namun kegagalan dalam manajemen pekerjaan dapat mendatangkan kegagalan di sisi bisnis maupun pekerjaannya sendiri.

Karena selain terbawa tren, keuntungan tambahan yang bisa diperoleh dengan menjalankan usaha sampingan dapat membantu menutupi pengeluaran hidup sehari-hari. Hal ini menyebabkan banyak pekerja purna waktu terlalu fokus pada usaha sampingannya, sehingga pekerjaan tetap yang dilakoni menjadi turun produktivitasnya.

"Hal ini tentu akan berakibat kurang baik dalam jangka waktu panjang,” kata Jay seperti dilansir Viva.co.id:

Manajemen waktu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen keuangan pribadi saat menjalankan bisnis dan pekerjaan sekaligus. Berikut ini, merupakan beberapa tips yang bisa diterapkan saat menjalankan usaha sambal bekerja purna waktu:

1. Meningkatkan kedisiplinan diri
Salah satu hal yang wajib Anda lakukan adalah membiasakan diri untuk disiplin. Selalu pertahankan kinerja dan kredibilitas Anda, baik terhadap atasan di tempat kerja maupun klien dalam bisnis.

Melatih mental disiplin akan membuat Anda siap untuk menghadapi tantangan di kedua pekerjaan tersebut, sekaligus mempersiapkan diri untuk membagi waktu dengan lebih baik.

2. Mengelompokkan beberapa tugas yang mirip untuk diselesaikan sekaligus
Cobalah untuk mengelompokkan beberapa tugas kecil dan sejenis untuk dikerjakan dalam rentetan waktu yang sama. Ketika Anda berusaha untuk multi-tasking, maka kemungkinan besar semua pekerjaan Anda tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

3. Membuat suatu perkiraan jadwal harian
Kalau Anda sudah membuat kelompok tugas-tugas yang bisa dikerjakan bersamaan, saatnya untuk mulai membuat jadwal.

Tergantung kepribadian Anda, ada baiknya Anda tidak membuat jadwal yang terlalu padat dan mepet, agar ada waktu untuk sedikit rileks. Jadwal harian ini tidak bersifat kaku. Anda bisa coba merevisinya jika dirasa terlalu sulit untuk dijalani setelah beberapa waktu.

4. Menggunakan daftar prioritas
Anda bisa membuat prioritas hal yang perlu diselesaikan dulu, baik di sisi pekerjaan dan sisi usaha Anda. Selain itu, Anda juga perlu membagi alokasi waktu Anda dalam sehari.

Untuk permulaan, Anda bisa mencoba alokasi waktu sekitar 30 persen untuk bisnis Anda setiap harinya.

5. Memastikan Anda memisahkan pengelolaan keuangan Anda di antara pekerjaan dan usaha Anda
Anda tentu perlu mengetahui berapa sumber pemasukan bersih Anda dari bisnis, terpisah dari gaji dan penghasilan dari pekerjaan kantor. Hal ini berguna untuk analisis kinerja bisnis Anda, sekaligus menetapkan strategi menabung yang tepat.

Pastikan Anda jeli dalam mengelola waktu maupun keuangan, agar baik pekerjaan dan usaha Anda bisa terus sukses.
Sumber : http://ht.ly/dT5s305xA5e

Previous
Next Post »