Sabtu, 17 September 2016

Selfie Bisa Tingkatkan Kepercayaan Diri hingga Redakan Stres

Selfie Bisa Tingkatkan Kepercayaan Diri hingga Redakan Stres

Tidak peduli seberapa muda atau tua usia Anda, selfie telah menjadi epidemi.

Perbuatan narsis seperti selfie, selama ini mendapatkan reputasi yang buruk, mulai dari isu-isu mengenai lonjakan kematian akibat kecelakaan hingga permintaan operasi plastik wajah.

Tapi, menurut para peneliti di University of California, Irvine (UCI), berfoto narsis bertanggung jawab dapat bertindak sebagai pendorong mood dan penghilang stres, dan membantu Anda mengalahkan kesedihan.

"Anda melihat banyak laporan di media tentang dampak negatif dari penggunaan teknologi dan kami sangat hati-hati dalam menyikapi masalah ini," kata Gloria Mark, penulis senior studi tersebut yang juga seorang profesor informatika.

Dalam studi yang dipublikasikan di Psychology of Well-Being, mengambil gambar dan memajang foto tertentu setiap hari dapat memberikan efek positif, terutama pada mahasiswa.

Peserta dalam kelompok selfie dilaporkan menjadi lebih percaya diri dan nyaman dengan ketika melihat foto mereka tersenyum dari waktu ke waktu.

Mereka yang mengambil foto benda-benda yang membuat mereka bahagia menjadi lebih reflektif dan menghargai; yang mengambil foto untuk membuat orang lain bahagia menjadi lebih tenang, dan mereka semua mengatakan bahwa eratnya koneksi mereka dengan teman dan keluarga, membantu mereka menghilangkan stres.

Stres yang dihadapi termasuk: kesulitan keuangan, berada jauh dari rumah untuk pertama kalinya, perasaan kesepian dan isolasi, dan kesulitan belajar.

Sebuah studi yang dilakukan oleh College Student Journal 2015 mengungkapkan, perasaan kesepian dan kejenuhan dapat berpengaruh negatif terhadap kemampuan akademis secara keseluruhan.

"Kabar baiknya adalah meski para mahasiswa itu rentan stres, tetapi sebagian besar mahasiswa terus membawa ponsel yang dapat digunakan untuk menghilangkan stres," kata Yu Chen, penulis utama studi dan seorang sarjana postdoctoral di Departemen Informatika UCI.

Teori berpendapat, narsis juga berfungsi sebagai bentuk baru komunikasi. Hal ini dapat membantu mengembangkan pemberdayaan pribadi dan dialog sosial, dengan mengundang orang lain untuk ikut serta dalam percakapan berdasarkan konteks foto. Narsis mempromosikan penerimaan tubuh dan mencintai diri sendiri.

Jadi, jika Anda sedang merasa sedih, silakan berhenti sejenak dari aktivitas dan berfoto narsis lah. (Medical Daily)

Previous
Next Post »