Minggu, 06 Desember 2015

Strategi Bisnis; Kesalahan Promosi & Cara Mengatasinya


Bisnis (sekala kecil) seringkali mengalami kegagalan karena salah dalam promosi, atau setidaknya tidak memerhatikan pentingnya promosi.

Ada beberapa kesalahan dalam berpromosi. Pelaku bisnis perlu memberi perhatian khusus. Berikut ini diantaranya:

1. Kurang Memahami Pentingnya Promosi.

Pelaku bisnis (kecil)umumnya masih menganggap promosi sbg beban yg memberatkan keuangan. Padahal, kekuatan bisnis adalah promosi yang baik, karena mustahil pelanggan bisa mengenal produk jika tidak berpromosi.

Identifikasi target pasar yang ingin dibidik, lalu rencanakan suatu promisi yang disesuaikan dengan segment tersebut.

2. Tidak Melakukan Branding.

Tidak sedikit jumlah pelaku usaha yang alpa memberikan merek produknya sehingga tak punya pembeda dibandingkan dengan produk lain.

Brand bukan hanya sekadar merek dan logo melainkan value yang bisa diterima konsumen. Sampaikan value tersebut secara konsisten sehingga setiap kali mereka ingin membeli produk/jasa, yang diingat mereka adalah merek anda.

3. Media Promosi Kurang Efektif.

Media promosi yang digunakan tidak efektif menyentuh pasar. Semua media promosi mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pilih media yang paling bisa mendekatkan produk anda kepada konsumen.

4. Kurang Kreatif Merancang Promosi.

Berpromosi dengan hanya menonjolkan kelebihan produk dibilang sudah ketinggalan zaman. Buatlah kegiatan promosi yang berbeda, unik, dan kreatif. Penuhi keinginan mereka. Pelanggan yang puas akan dengan sukarela menjadi agen-agen yang mempromosikan produk Anda. Perbanyak promosi lewat publikasi iklan, selain lebib murah juga lebih efektif.

5. Tidak Belajar Dari Kesalahan.

Tidak pernah melakukan evaluasi dan pengukuran sehingga tidak mengetahui kesalahan yang dilakukan. Evaluasi strategi promosi dan media kampanye yang digunakan dalam jangka eaktu tertentu. Pengukuran efektifikas promosi bisa dengan menyebar kuesioner kepada konsumen dari mana mereka mengetahui produk Anda.

6. Harga Gencar di Awal-aeal dan Tidak Konsisten.

Promosi jor-joran dilakukan pada saat awal-awal saja, kemudian mulai kendor bahkan berhenti.

Agar berdampak positif untuk jangka panjang, lakukan promosi secara konsisten, jangan hanya gencar di awal-awal saja. Selanjutnya, pertahankan kualitas agar mereka tidak mudah beralih ke merek pesaing.

Diolah dari Bisnis Indonesia.

Previous
Next Post »