Senin, 14 Desember 2015

Pesona Pulau Beras Basah, Bontang Kaltim By Nasrudin Ansori

Impian berpetualang di Bumi Etam, Kalimantan Timur akhirnya terwujud juga. Sejak lama saya berkhayal bisa berkeliling ke kota-kota di Kaltim, termasuk ke beberapa objek wisata alam, budaya hingga kuliner nya. Pulau Beras Basah di Kota Bontang menjadi salah satu objek wisata yang berhasil saya kunjungi selama di Kaltim awal april lalu.
Pulau Beras Basah terletak sekitar 40 menit perjalanan laut. Dengan menyewa kapal nelayan, saya mantabkan niat untuk menikmati pesona bahari yang ditawarkan pulau yang memiliki pantai pasir putih itu. Kapal bertolak dari sebuah dermaga kayu di kawasan Bontang Kuala, Bontang. Sekitar pukul 10 pagi saya awali perjalanan dengan beberapa orang teman sekaligus. Ada Gunadi, Mas Rully, Amsi, Deny, serta beberapa fotograper Bontang yang baru saya kenal.
Meski kapal agak sesak oleh penumpang, tapi kami tetap bernyali untuk menyeberangi lautan. Langit sangat cerah. Awan putih berarak di sekitarnya. Menambah semangat saya untuk segera tiba di Pulau Beras Basah. Terakhir ke pantai sekitar bulan maret lalu, tepat nya di Pulau Samalona Makassar, Sulsel. Sedikit rasa rindu untuk mencicipi kembali pesona pantai, membawa saya ke Pulau Beras Basah.







Selama perjalanan, saya menemui air laut yang sangat jernih. Cukup dari atas kapal, saya bisa melihat hijau nya tumbuhan laut di dasar nya. Bahkan sesekali ikan kecil terlihat samar-samar di bawah sana. Sementara, pulau-pulau tak berpenghuni juga ramai terlihat. Pulau-pulau kecil itu hanya dipenuhi pohon bakau yang rimbun. Tak hanya itu, saya juga menemui perkampungan di atas air laut. Sekumpulan rumah itu sama sekali tak terhubung dengan daratan. Satu-satunya cara agar warga nya terhubung dengan daratan adalah dengan menggunakan kapal. Benar-benar kampung yang unik.
Tak terasa sebuah mercusuar menjulang tinggi menyambut kedatangan saya. Pantai berpasir putih pun terlihat jelas. Tak sabar rasanya untuk segera menginjakan kaki di atas nya. Kapal terus merapat ke sebuah dermaga kayu di sekitar pulau. Disana sudah ada beberapa kapal tambat. Tampaknya pulau kecil ini sudah ramai dikunjungi oleh wisatawan.



Saya dan rombongan segera menaiki dermaga. Dengan membawa perbekalan berupa tas, makanan dan sebagainya, kami segera menuju sebuah pondokan sederhana di tengah-tengah pulau. Bangunan dari kayu tersebut, cukup luas untuk sekedar menaruh barang bawaan dan sebagai tempat untuk istirahat. Pohon-pohon rimbun di sekitarnya terlihat kokoh meski lokasi nya berada di atas pulau berpasir.



Saya segera melaju ke tepian pulau. Mencari objek yang cocok untuk menyalurkan hobi fotograpi. Tak hanya itu, saya juga menyukai suasana pantai dan laut lepas. Maka tak salah jika Pulau Beras Basah menjadi magnet utama saya ke kota Bontang. Saya juga sempat mendekati ke satu-satu nya bangunan menjulang di pulau ini. Mercusuar kokoh yang tegak berdiri di atas pulau. Sekilas mirip Pulau Lengkuas Belitung. Tapi bedanya, pulau ini tak memiliki batu-batu besar seperti yang ada di Pulau Lengkuas.



Tak menyia-nyiakan kesempatan, saya segera menceburkan kaki di tepian laut nya yang sangat jernih. Meski tidak mandi di air nya, namun saya tetap menikmati sejuknya air laut di sekitar pulau. Tumbuhan laut sesekali tak sengaja saya injak. Bintang laut berukuran seperti telapak tangan juga berhasil saya temui. Warnanya sangat indah, campuran antara coklat dan merah muda. Mengingatkan saya pada salah satu tokok kartun di serial Sponge Bob. Di sudut lain saya menemui beberapa anak kecil. Mereka sepertinya sangat menikmati pesona pulau ini.



Semakin siang semakin berkurang jumlah wisatawan. Sehingga menambah damai pulau ini. Matahari semakin condong ke barat. Rasanya sudah saat nya untuk meninggalkan pulau kecil berpasir putih dan berair jernih ini. Karena katanya, semakin sore ombak di lautan yang akan kami lewati semakin ganas.



Dengan berat hati saya langkahkan kaki menuju kapal. Sebelum benar-benar berangkat saya menemui dua buah kapal layar kecil di sekitar pulau. Kapalnya cantik dan mewah. Sementara di sudut lain ada sebuah kapal kecil milik nelayan. Perbedaan yang mencolok.


Rute :
Pesawat dari berbagai kota dengan tujuan Balikpapan sangat ramai. Dari Balikpapan menuju Bontang bisa memilih jalur bis dengan lama perjalanan sekitar 5 jam. Tarif bis AC, hanya Rp 85 ribu. Salah satu nya adalah PO Samarinda Lestari. Jika dari Samarinda, perjalanan hanya sekitar 2 jam saja. Dengan biaya bis hanya sebesar Rp 20 ribu. Tiba di Bontang, anda bisa menyewa kapal di sekitar Bontang Kuala dan Tanjung Laut. Tarif sewa kapal bervariasi, antara Rp 300 hingga 400 ribu. Bisa menampung 10 penumpang sekaligus. Di Pulau Beras Basah tak ditemui penginapan dan warung makan, maka sebaiknya anda tidak menginap dan membawa perbekalan berupa makanan. Solusi nya anda bisa menginap di kota Bontang. 

Previous
Next Post »