Minggu, 06 Desember 2015

Lowongan Kerja Go-Jek Balikpapan

Lowongan Kerja Go-Jek Balikpapan
Sehari sebelumnya para calon driver ojek online Go-Jek (Gojek) yang mendaftar akhirnya dinyatakan bergabung Gojek ditandai dengan pemberian helm dan jaket warna hijau bertuliskan "Gojek", Kamis (12/11/2015).

Para calon Gojek berbondong-bondong datang ke kantor Gojek di Jalan MT Haryono, Damai, antre mengambil ponsel dan mengikuti pengarahan dari manajemen.

Nor Aida (45), warga Jl Martadinata ikut mengantre di antara para lelaki sambil menenteng selembar kertas yang akan ditukarkan ponsel. "Sudah satu jam lalu antre untuk mengambil ponsel. Tak gratis lho ya, bayar seperti jaket dan helm ini," ungkap ibu tiga anak ini.

Aida mengatakan dunia ojek bukan hal baru buatnya. Sebelum bergabung dengan Gojek, Aida merupakan ojek panggilan khusus anak sekolahan.

Tertariknya Aida gabung Gojek setelah mendapat broadcast dari tetangga soal lowongan driver. Dia pun mencoba mendaftar.

"Pengen coba saja, hitung-hitung mengisi waktu luang. Saya juga pilih-pilih, tidak mau bawa laki-laki nanti saya mau bilang sama manajemen Gojek untuk khusus perempuan dan anak saja," katanya.

Aida mengaku sempat dilarang keluarga, khususnya suami. Dia tak ingin Aida nantinya mengojek laki-laki. Mengenai jadwal mulai bekerja Aida mengaku mendapat informasi bahwa Senin (16/11/2015) sudah mulai jalan setelah acara peluncuran.

Mengenai mengoperasikan ponsel untuk menerima orderan ojek Aida masih belum tahu. "Nanti ada pengarahan dari orang Gojek tata cara terima order. Saya ikut aja pokoknya," tambahnya.


Menurut informasi sudah lebih seratus orang mendaftar menjadi driver gojek selama tiga pendaftaran dibuka. Pendaftaran masih dibuka sampai Sabtu dan setelah peluncuran ditutup selama seminggu. Setelah itu akan dibuka kembali bagi yang berminat.

Punya Payung
Transportasi berbasis online, Gojek yang akan beroperasi di Kota Balikpapan belum ada aturan hukum yang mengatur. Keberadaan Gojek menjadi sorotan anggota DPRD Kota Balikpapan.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Syarifuddin Odang mengatakan, keberadaan Gojek ke Balikpapan merupakan terobosan moda transportasi berbiaya murah, cepat, dan nyaman. Namun demikian, tetap diperlukan regulasi sebagai payung hukum agar dapat melindungi keberadaan Gojek itu sendiri.

Pada prinsipnya, Gojek adalah moda transportasi yang sama dengan moda transportasi lainnya, sehingga agar tidak terjadi kontra di tengah masyarakat diperlukan izin usaha.




Tidak adanya regulasi yang mengatur Gojek tentunya menjadi persoalan baru yang mesti dicarikan jalan keluar.


"Apakah pengojek selama ini ada ikut mendaftar ke situ (gojek) atau pendatang baru, kalau pedatang baru berarti hindarilah gesekan yang memungkinkan timbul, dan sebelum ini harus ada izin," jelas Odang.

Perlu diperjelas pula regulasi yang harus ditempuh dalam perizinan Gojek. Sarana transportasi ini berhubungan lansung dengan masyarakat dan keamanan Kota Balikpapan. Ia menambahkan, payung hukum harus benar dilihat dari subsantansinya. Jika tidak ada payung hukum maka dikhawatirkan muncul masalah di kemudian hari.

Previous
Next Post »