Minggu, 06 Desember 2015

Dilarang Foto di Bilik Suara

Dilarang Foto di Bilik Suara

Hari ini terakhir sekaligus puncak masa kampanye Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2015. Selanjutnya ditutup dengan debat kandidat di Hotel Platinum, pada pukul 13.00 Wita. Tiga pasangan calon akan saling unjuk kebolehan dalam kecakapan memimpin Kota Minyak diwujudkan dalam bentuk kemampuan menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan.

Pertanyaan itu sudah dibuat oleh tim yang dibentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan. Terdiri dari perwakilan PNS, akademisi, tokoh masyarakat, dan media. Debat akan berlangsung 2,5 jam atau 150 menit. Rencananya dipimpin moderator ahli hukum tata negara dan ahli politik Indonesia, Refly Harun.

“Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat mengenal profil calon pemimpinnya. Sehingga menjadi bahan pertimbangan menentukan pilihan. Diharapkan masyarakat yang belum punya pilihan bisa menentukan pilihannya setelah melihat debat calon. Ini juga bisa mengurangi angka golput (golongan putih),” kata Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha.

Pengunjung acara debat memang terbatas pada undangan dan 50 orang pendukung atau tim sukses masing-masing pasangan calon. Namun, masyarakat tetap bisa menonton secara langsung di stasiun televise lokal, salah satunya Balikpapan TV (BTV).

SUDAH MATANG

Sementara itu, jelang pemungutan suara pada 9 Desember, persiapan yang dilakukan KPU diklaim sudah matang. Seluruh kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sebanyak tujuh orang per TPS di 1.359 TPS disebutnya sudah siap dan dibekali dengan kompetensi melalui beberapa kali bimbingan teknis (bimtek). Bahkan, KPU juga sudah melakukan simulasi pemungutan suara.

Dari sisi logistik disebut juga sudah 95 persen. Seluruh surat suara siap didistribusikan pada 6 dan 7 Desember. Pada hari pemungutan suara, KPU juga akan melakukan real count yang mana hasilnya akan ditampilkan di layar di Kantor KPU secara real time.

“Tapi real count ini hanya memberikan gambaran sementara. Siapa calon yang unggul perolehan suaranya. Hasil pastinya tentu menunggu hitung manual dan pleno yang kami jadwalkan tanggal 11 Desember,” kata Thoha.

Ia menjelaskan, real count ini murni dilakukan oleh KPU tanpa melibatkan pihak independen. Sebab sampai batas waktu yang ditentukan tak ada pihak yang mendaftar. Setiap PPS nantinya mengirim hasil pemungutan suara ke PPK, dari PPK akan di SMS ke KPU soal perolehan suara sementara. “Hasilnya hanya berupa persentase, belum termasuk yang sah dan tidak sah,” tambahnya.

Sementara itu, komisioner KPU Sunawiyanto mengingatkan masyarakat Balikpapan, bahwa tidak boleh membawa kamera, maupun kamera HP masuk ke bilik suara. Hal itu diatur dengan jelas dalam PKPU 10/2015.
-kaltimpost--

Previous
Next Post »