Minggu, 24 Mei 2015

Hiii... Setan Kopi Luwak Gentayangan Bikin Warga Sukatani Geger

kotabontang.net - Warga Sukatani belakangan ini digemparkan dengan isu berbau mistis. Meski zaman saat ini sudah semakin maju, namun tidak sedikit warga setempat yang mempercayai isu tersebut bahkan sampai ketakutan.

Berdasarkan kabar yang beredar, warga setempat kerap mendengar isu soal adanya hantu dengan sebutan ‘setan kopi luwak’. Meski belum ada satupun yang mengaku melihat secara langsung, namun kabar hantu tersebut semakin santer belakangan ini.

Rido, 28, salah seorang warga Kampung Puloturi, Desa Sukaasih, Sukatani membenarkan jika belakangan ini di kampungnya ramai dengan isu ‘setan kopi luwak’. Kabar setan bergentayangan itu mulai muncul sejak 2014 lalu.

Kabar soal adanya ‘setan kopi luwak’ biasanya muncul tiap dua bulan sekali. Namun kata Rido, isu munculnya setan itu hampir terdengar setiap hari pada tahun sebelumnya.

"Kalau dulu mungkin rutin ya, tapi kalau sekarang ini jarang dia (setan kopi luwak) muncul, terakhir dua bulan yang lalu, muncul lagi satu minggu, kemudian hilang lagi entah berapa lama," ujarnya.

Menurut Rido, sejak isu tersebut bergulir pada 2014, namun belum ada satupun warga yang kedapatan melihat langsung wujud ataupun tanda-tanda setan tersebut. Tak sedikit warga yang menduga kalau setan yang dimaksud tersebut adalah tuyul.

"Kalau wujud, walaupun kita gak tahu bentuknya seperti apa, tapi kami yakin kalau itu sebenarnya adalah tuyul, soalnya setiap bau kopi itu nongol, pasti ada aja uang warga yang hilang, nilainya juga bisa dari ratusan ribu hingga jutaan, tapi ya itu, kita hanya bisa menduga," ungkapnya.

Ahmad (57), tokoh masyarakat Sukatani menambahkan, biasanya saat muncul ‘setan kopi luwak’ ada tanda atau ciri khas seperti aroma kopi luwak.

"Iya, sekarang ini seperti mereka memiliki pola, ada rentang waktunya dua bulan sekali, dan bau kopinya itu bisa sangat pekat serta bikin orang yang nyium baunya itu pusing karena baunya," ujarnya.

Akibat dari beredarnya isu itu, tidak sedikit masyarakat yang mengaitkannya dengan pesugihan tuyul. Ia justru khawatir jika isu yang kini sudah berkembang itu bisa memicu konflik antar warga.

"Saya selalu bilang ke mereka kalau itu hanya buangan limbah pabrik dari Cikarang sana, tercampur macam-macam limbah, jadilah baunya menyerupai bau kopi luwak itu, terlebih kampung kita ini juga dilewati kali, soalnya kalau hal seperti ini sulit membuktikannya, jangan sampai ada konflik antar warga," ungkapnya. (-jpnn-)

Previous
Next Post »