Senin, 04 Mei 2015

Anak Berkuping Caplang Lebih Cerdas dan Menggemaskan

kotabontang.net - Melihat anak kecil bermata besar dan bulat memang mengundang rasa gemas dan keinginan mengajaknya bermain. Alhasil, tak sedikit model anak-anak dengan mata besar menjadi bintang di sejumlah produk bayi dan anak balita.

Namun, ternyata menurut sebuah studi terbaru menemukan bahwa anak berkuping panjang dan mencuat keluar, atau di Indonesia awam dikenal dengan kuping “caplang”, juga dianggap lucu serta menarik perhatian.

Studi yang dihelat oleh Dr Ralph Litschel, Ketua Penelitian, menemukan bahwa anak dengan kuping mencuat keluar memang lebih menarik perhatian, tetapi bukan dalam konteks yang negatif.

“Anak dengan kuping panjang dan mencuat relatif menyedot perhatian lingkungan, tapi tidak ada dalam kandungan negatif,” terang Litshcel dalam JAMA Facial Plastic Surgery Journal. Para dokter di Cantonal Hospital St Gallen di Swiss juga mengungkapkan informasi serupa.

Pada penelitian yang dipimpin oleh Litschel ini memperlihatkan 20 foto anak dengan kisaran usia lima dan 19 tahun. Usia 19 tahun, kata Litschel, merupakan usia di mana pertumbuhan kuping manusia berhenti.

Kemudian, para peneliti menyunting fitur kuping anak-anak tersebut menjadi lebih kecil dan berukuran umum. Lalu, foto yang telah diedit diperlihatkan kembali pada para peneliti.

Hasilnya, menurut monitor pergerakan mata, ditemukan bahwa partisipan lebih lama memperhatikan foto anak berkuping “caplang” dengan perasaan senang.

Pada foto sebelum edit, partisipan melihat foto selama 10 detik, sedangkan foto yang setelah diedit, mereka hanya melihat selama tujuh detik.

Peneliti mengatakan hal tersebut dikarenakan pada umumnya orang cenderung memperhatikan hal yang unik dan menarik.

Saat waktu penelitian berakhir, para partisipan menyimpulkan bahwa semua anak-anak dalam foto tersebut lucu dan menggemaskan.

Pada studi di Swiss menguak fakta bahwa anak-anak berkuping caplang memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi ketimbang anak dengan telinga berukuran umum.

Terakhir, Litschel menegaskan bahwa hasil penelitiannya akan terus dikaji. Sebab, kesimpulan yang berbeda pasti akan ditemuinya pada anak-anak dengan latar belakang budaya berbeda. Salah satunya, seperti kepercayaan orang Tiongkok yang mengatakan bahwa kuping “caplang” pertanda keberuntungan atau hoki. (Kompas.com).

Previous
Next Post »