Sabtu, 09 Mei 2015

Akhirnya Jadi Istri Simpanan

kotabontang.net - Berawal dari bisnis prostitusi online, perempuan berinisial AT (20) ini berkali-kali menggaet lelaki berkantong tebal. Bahkan dia sudah pernah jadi istri ‘simpanan’ tiga laki-laki.

Saat ditemui Warta Kota di sebuah rumah makan di Tebet, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, AT mengaku lebih enak jadi 'simpanan'. Sebab, tak perlu menjual diri setiap hari. Bahkan ia pun meminta jatah Rp 5 juta per bulan dari laki-laki itu.

Namun ketika bertemu Warta Kota, AT sedang tak jadi 'simpanan'. Dan dia kembali sibuk memasang status di akun sosmednya.

AT mengaku pertama kali jadi 'simpanan' sejak 2012. Pertama kali ia jadi 'simpanan' laki-laki 55 tahun. “Dia punya toko akuarium. Usahanya jual ikan hias,” kata AT.

Dia mengenal lelaki itu lewat sosmed. Setelah kencan yang kelima lelaki itu memilih 'menyimpan' AT.

Saat jadi 'simpanan" lelaki itu AT pindah dari kosnya di Mangga Besar, Jakarta Barat. Dia diberi sebuah rumah kos mewah di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan tarif sewanya Rp 5 juta sebulan.

Namun, AT hanya delapan bulan bersama bos ikan hias itu. AT kemudian pindah dari kos mewah itu. Dia kembali kos di kawasan Mangga Besar.

AT kemudian kembali menjalani bisnis prostitusi online. Kurang lebih setahun berikutnya baru AT dapat lelaki yang mau memeliharanya lagi. “Kalau yang kedua ini seorang PNS. Tapi gajinya besar,” kata AT.

Usianya sudah paruh baya. Pria itu sebenarnya tinggal di Bandung, tapi sejak kerja di Jakarta dia memilih tinggal sendiri. Sedangkan anak dan istrinya tetap di Bandung.

AT tinggal di apartemen bersama lelaki itu. Namun, saat keluarganya datang, PNS itu tinggal dulu bersama keluarganya di apartemen lain. “Dia mengaku, saya sudah 'simpanan' yang keempat,” kata AT.

Bersama PNS ini, AT sempat diajak jalan-jalan ke Bali dan Lombok. Tapi, dia hanya enam bulan bersama pria ini.

Kemudian lelaki ketiganya justru anak muda. Usianya baru 26 tahun. Punya usaha pembuatan website. AT bersama lelaki ini hanya tiga bulan.

Lantaran masih muda, AT tak banyak meminta. Namun, pemuda itu memberikan kartu kredt berlimit Rp 5 juta.

AT tinggal di kontrakan pemuda itu di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Namun saat dekat pemuda ini, AT memilih tetap menjalani bisntis prostitusi online. Tapi dua bulan lalu ketahuan oleh si pemuda itu lalu diputus. (Harian Warta Kota)

Previous
Next Post »