Sabtu, 11 April 2015

Wow! Bisnis Mie Buah Naga Beromset Belasan juta, Mau?

kotabontang.net - Bagi anda penyuka mie, tidak ada salahnya mencoba membuat mie buah naga. Rasanya yang unik dan memiliki peluang sebagai bisnis kuliner baru. Seperti yang dilakukan Pini Sri (51), warga Dusun Sragi Tengah Desa Sragi Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Untuk membuatnya, tak memerlukan peralatan dan bahan yang rumit. Yang dibutuhkan cukup daging buah naga yang sudah masak, tepung terigu serta alat cetak mie.

Caranya, daging buah naga yang masak tinggal dicampur dengan tepung terigu. Karena buah naga mengandung banyak air, adonan mie yang sudah tercampur dengan buah naga tidak perlu ditambahkan air.

Setelah terbentuk menjadi mie yang berwarna merah tercampur rata dan melilit panjang tinggal dicetak melingkar sebelum dijemur untuk memadatkan adonan.

"Sangat mudah dan sederhana pembuatannya tanpa ada bahan khusus lainnya. Semua pasti bisa melakukannya," kata wanita yang tiap hari mengajar di salah satu SMPN Kabupaten Banyuwangi ini pada detikcom, Minggu (15/3/2015).

Wanita yang sudah 10 tahun lebih menggeluti bisnis makanan ringan olahan ini mengaku munculnya ide membuat mie buah naga berawal dari melimpahnya buah naga di Banyuwangi.

Selama ini Pini Sri mengaku saat ini mengalami kendala utama dalam pembuatan mie buah naga. Karena dalam pemadatan adonan menjadi mie dibutuhkan sinar matahari yang terik. Namun dapat diatasi dengan menggunakan oven.

Meski baru memulai makanan olahan baru sekitar 2 bulan ini, pemilik Home Industri Kerupuk UD Sri Mulyo ini sudah kewalahan memenuhi permintaan beberapa daerah di Pulau Jawa dan luar negeri. "Omsetnya lumayan, sekitar belasan juta," ujarnya singkat.

Kini Pini Sri mampu produksi 25 Kg sekali pembuatan dengan 15 karyawan dan berencana merekrut warga sekitar untuk membantu produksi menu makanan olahan yang baru diciptakannya.

Sebelum menciptakan makanan olahan baru, mie buah naga. Pini Sri juga memproduksi makanan dan cemilan olahan diantaranya, kerupuk lidah buaya, keripik bongkol pisang, mie kangkung dan keripik pakis.

"UMKM seperti kita ini harus bisa berinovasi. Sebab jika tidak akan ketinggalan jaman. Saya selalu mencoba hal-hal baru. Alhamdulillah banyak yang minat," tuturnya. ( Detik.com )

Previous
Next Post »