Senin, 20 April 2015

Tips Jualan di Instagram Dari Awal

kotabontang.net - Pesatnya perkembangan teknologi internet telah mengubah pola kebiasaan hidup masyarakat. Bukan hanya gaya hidup, tapi juga kegiatan bisnis atau jual beli juga mulai beralih ke dunia maya. Hampir seluruh media sosial bisa dijadikan ajang untuk melakukan penjualan.

Masing-masing dari media sosial tersebut, mempunyai karakteristik berbeda yang bisa dimanfaatkan untuk dilakukan kegiatan marketing, salah satunya Instagram.

Salah satu yang sukses meraup pundi-pundi keuntungan yang besar dari media sosial ini, yakni Rico Huang pemilik beberapa akun ternama di Instagram. Pemuda berumur 19 tahun yang telah meluncurkan buku "Jago Jualan di Instagram" itu mempunyai beberapa tips bagaimana bisa sukses berjualan di Instagram dari nol.

"Saya punya beberapa trik, ini trik gratisan. Caranya mudah banget, bukan lagi spam comment. Itu cara yang tidak pantas untuk dilakukan di Instagram," ujarnya dalam seminar Yukbisnis.com, belum lama ini.

Ketika Anda telah membuat satu akun khusus untuk berjualan di Instagram ada satu cara untuk mendapatkan followers yang banyak dalam waktu relatif singkat. Pertama, cari akun yang berjualan produk dengan jenis yang sama dengan apa yang kita jual. Tentunya akun tersebut harus telah memiliki followers yang cukup banyak.

Kemudian, lanjut Rico, follow semua followers dari akun tersebut, minimal 50 ribu akun. Setelah following akun kita mencapai angka tersebut kunci akun Instagram kita. Dengan dikuncinya akun kita, otomatis akan memancing rasa penasaran dari akun yang telah kita follow. Dengan begitu kemungkinan besar mereka akan mem-follow akun kita karena penasaran dengan foto produk kita.

"Akun saya yang @alonagadget itu awalnya seperti itu, saya follow semua followers kan yang jualannya sama dengan saya. Karena followers dia merupakan target pasar yang sama. Otomatis kan target yang kita garap tepat sasaran. Dan pasti mereka penasaran untuk mem-follow kita kalau kita gembok," tuturnya.

Ketika akun kita masih dalam posisi dikunci, manfaatkan untuk mengunggah foto produk sebanyak-banyaknya. Tentu dalam hal ini lakukan juga strategi potongan harga, dengan mencantumkan harga lama yang dicoret dengan harga yang telah didiskon. Pastikan juga harga yang kita banderol lebih murah dari akun kompetitor yang akan kita ambil followers-nya.

"User di Instagram ini suka banget sama harga coret. Apa lagi cewe atau ibu-ibu muda itu suka banget gambar dengan harga yang dicoret. Ini juga berlaku di Instagram bukan hanya di mal. Lumayan dengan cara itu, dulu di awal-awal saya bisa dapat 10-20 order per hari," ujarnya meyakinkan.

Setelah itu, Rico menyarankan, jika dirasa followers kita sudah mencapai seribu akun dan following kita masih berjumlah 50 ribu, maka bisa dilakukan unfollow. Hal itu dikarenakan banyak pula akun Instagram yang sudah tidak aktif atau hanya akun palsu atau bot.

"Itukan berarti kita membuang yang tidak efektif, percuma juga follow mereka. Selain itu juga enggak enak dilihat juga kalau followers kita jauh lebih sedikit dibanding following kita. ini namanya strategi i follow you, you follow me, and then i unfollow you," tandasnya seraya tersenyum.-okezone-

Previous
Next Post »