Senin, 20 April 2015

Tahukah Kamu? Kemampuan Berpikir Cepat adalah Faktor Keturunan

kotabontang.net - Seorang pemikir cepat dilahirkan, tidak diciptakan, kata para peneliti.

Para peneliti menemukan hubungan antar gen dan kemampuan berpikir cepat di kemudian hari. Ini pertamakalinya hubungan genetik digunakan untuk menjelaskan mengapa beberapa orang punya kemampuan berpikirnya cepat.

Peneliti mengidentifikasi varian genetik umum, yaitu perubahan dalam kode genetik seseorang, terkait seberapa cepat mereka mampu memproses informasi baru.

Para peneliti mengatakan, temuan yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry ini memahami cara kerja otak, serta mengapa beberapa orang mengembangkan penurunan mental, sementara yang lain tidak, seperti dilansir dari laman resminya.

Ian Deary, profesor sekaligus direktur pusat untuk bagian penuaan kognitif dan epidemiologi kognitif di Universitas Edinburgh menjelaskan, “Kecepatan pemrosesan dianggap sebagai kemampuan inti untuk menjaga keterampilan mental lain di usia lebih tua.”

Hasil penelitian tentang mengapa pada beberapa orang kecepatan pemrosesan otak mereka lebih efisien dari yang lain memberikan harapan baru. Yaitu, untuk memahami dasar-dasar biologis berpikir yang lebih efisien.

Deary mengatakan, penelitian menemukan varian yang berkaitan dengan kecepatan pemprosesan. Dia berkata, “Perbedaan genetik yang secara signifikan berhubungan dengan lambatnya kecepatan proses (berpikir) dialami oleh sekitar sepertiga populasi.”

Penelitian Jantung dan Penuaan di Konsorsium Epidemiologi Genomic (CHARGE), yang melibatkan para ahli di Universitas Edinburgh, membawa data sekitar 30 ribu orang dari dua belas negara yang berusia lebih dari 45 tahun.

Peserta, yang tidak satu pun mengidap demensia, melakukan tes fungsi kognitif, meliputi tes sederhana mengulang pengkodean di bawah tekanan waktu. Para peneliti kemudian mengolah hasilnya bersama rincian genom setiap orang.

Tujuannya, untuk mengidentifikasi varian genetik atau perubahan yang berhubungan dengan kecepatan kemampuan berpikir.

Orang-orang dengan kecepatan pemrosesan lebih lambat ditemukan memiliki varian-varian yang dekat dengan gen CADM2. Gen CADM2 bertanggungjawab untuk proses komunikasi antara sel-sel otak. Gen ini sangat aktif dalam korteks frontal dan cingulate di otak, daerah di otak yang terlibat dalam kecepatan berpikir.

Deary mengatakan, penelitian ini meneliti kontribusi genetik perbedaan kecepatan pemrosesan otak antara orang-orang setengah baya dan lebih tua.

“Ini penting karena, saat orang semakin bertambah usia, yaitu ketika pemrosesan kecepatan melambat, mereka cenderung mengurangi efisiensi kemampuan berpikir lain, misalnya fungsi penalaran eksklusif dan beberapa aspek memori,” katanya.

Penelitian ini menegaskan kemungkinan peran CADM2 di antara sel komunikasi dan kinerja kognitif. “Menarik, karena gen juga dikaitkan dengan autisme dan sifat kepribadian.”

Previous
Next Post »