Senin, 13 April 2015

Cara Membersihikan Usus Besar Menggunakan Jeruk Lemon Dan Madu

kotabontang.net - Kebiasaan masyarakat modern, terutama yang hidup di kota-kota besar, menyantap makanan cepat saji, sedikit banyak memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan. Terutama kesehatan usus besar.

Penelitian medis menyebut, makanan cepat saji, atau makanan instant, lebih sulit dicerna karena memiliki kandungan enzim, serat, dan nutrisi yang rendah. Akibatnya, waktu transit kotoran melambat. Pada tingkatan yang parah, perlambatan ini bisa mencapai antara 70-80 jam.

Keberadaan "limbah" ini, mengakibatkan Mual, muntah, perut kembung, diare, sakit perut, Nyeri sendi, dan nyeri otot. Tidak hanya itu, tatkala akumulasi limbah yang beracun ini sudah mencapai tahap akut (8-10 kilogram), juga dapat berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh, infeksi vagina/keputihan pada perempuan dan infeksi kandung kemih/ saluran kencing pada laki- laki. Penderita lebih jauh bisa mengalami kelelahan, kecemasan, bahkan depresi.

Usus besar yang kotor, ternyata, bisa dibersihkan dengan cara alternatif yang mudah. Seperti dijelaskan Stanley Burroughs, seorang praktisi kesehatan alternatif, dalam bukunya berjudul Master Cleanser (1976), bahan-bahan yang digunakan juga sederhana. Cuma jus Lemon, madu murni, yang dipadukan dengan merica bubuk.

Pertama-tama belah jeruk lemon, ambil setengah bagiannya dan peras hingga diperoleh dua sendok makan jus. Lalu campur dengan madu murni dua sendok makan, sedikit merica bubuk (seujung sendok teh) dan larutkan dalam setengah gelas air.


Minum lima sampai delapan kali sehari per hari dan minum secara beruntun tanpa putus selama 10 hari. Mudah-mudahan usus Anda dapat jadi lebih bersih.

Selain lemon, Anda juga bisa membersihkannya dengan menggunakan jus dari biji pepaya. Harap digarisbawahi, biji pepaya, bukan daging buah pepaya.

Pertama-tama cuci biji pepaya, lalu jemur selama kurang lebih tiga hari atau sampai benar-benar kering. Jemur di bawah matahari langsung, bukan menggunakan oven atau pengering lain.

Setelah kering, haluskan biji pepaya tersebut. Jika memungkinkan, lebih baik menggunakan blender dibanding menumbuknya dengan lesung atau batu gilingan. Sebab bisa jadi, pada batu atau kayu lesung dapat terikut benda-benda lain.

Biji pepaya yang sudah menjadi tepung dicampurkan ke dalam setengah atau tiga perempat gelas air hangat dan minum sebanyak dua gelas per hari selama dua pekan.

Jika masih terasa gangguan, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Previous
Next Post »