Senin, 23 Maret 2015

Uni Eropa Lirik Rumput Laut Indonesia - Bagaimana Dengan Bontang?

kotabontang.net - Uni Eropa membuka peluang untuk memperluas impor rumput laut dari Indonesia. Sebanyak 16 importir berkunjung ke delapan pabrik pengolahan rumput di Indonesia. Ada potensi besar nilai tambah pada komoditas ini.

Pemerintah Swiss melalui Program Promosi Impor Swiss (SIPPO) mendatangkan 16 importir dari Uni Eropa untuk mengunjungi produsen dan pabrik pengolahan rumput laut di Indonesia pada 27-30 Agustus 2013. Para calon pembeli asal Eropa itu akan mendatangi delapan pabrik penghasil karaginan guna menjajaki peluang bisnis dengan Indonesia.

Head of Import Promotion Switzerland Global Enterprise Pirmin Aregger, di Jakarta, Selasa (27/8/2013), mengemukakan Uni Eropa berpotensi memperbanyak impor rumput laut olahan asal Indonesia. Syaratnya, produk rumput laut olahan memenuhi standar kualitas dan harga yang efisien.

Rumput laut antara lain diolah untuk produk pangan, kosmetik, farmasi, dan industri pesawat terbang. Total produk turunan yang dapat dibuat dari rumput laut mencapai 500-an jenis. Beberapa industri rumput laut besar ada di Perancis dan Jerman.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP Saut Hutagalung, mengemukakan, kementeriannya akan mendorong produk olahan rumput laut jenis cotonii menjadi karaginan dan Gracillaria sp menjadi agar-agar agar bernilai tambah. Karaginan adalah senyawa hidrokoloid yang diekstraksi dari rumput laut merah jenis Eucheuma cottonii.

Saat ini, sekitar 80 persen rumput laut Indonesia diekspor dalam bentuk kering. Sebagai ilustrasi, harga rumput laut kering di pasar internasional hanya 2 dollar AS per kilogram. Sementara rumput laut olahan dihargai 20 dollar AS per kilogram.

Pada 2012, nilai ekspor rumput laut Indonesia mencapai 178 juta dollar AS dengan volume 174.000 ton rumput laut kering. Negara tujuan ekspor utama adalah China dan Filipina.

Previous
Next Post »