Minggu, 01 Maret 2015

Sukses di Google Adsense, Takut Dikira Punya Tuyul

kotabontang.net - Tinggal di desa, Jumanto (38), warga Singocandi, Kudus masih dikenal sebagai buruh bangunan, bukan sebagai publiser Google Adsense (GA).

Kang Jum, demikian ia akrab dipanggil, mengaku takut jika dirinya dituduh mempunyai tuyul. "Saya tetap kerja buruh bangunan. Susahnya hidup di desa, kalau kerjaan utama sebagai publisher takut nanti dikira punya tuyul. Ngga kerja kok dapat uang. Saya mulai bekerja sekitar pukul 21.00 untuk Adsense," ujarnya sembari tertawa.

Bermain di Adsense, kata Kang Jum, harus bekerja dengan hati. Untuk pemula lebih baik jangan melihat target tapi melihat prosesnya. "Harus tetap kreatif dan mau belajar. Bermain Adsense tidak harus jenius, tapi cukup kreatif dan tetap tekun," ujarnya.

Saat ini, Kang Jum mendirikan kelompok belajar dan diskusi Google Adsense di rumahnya. "Saya ingin mengubah pandangan negatif terhadap buruh bangunan. Saya ingin teman-teman yang cuma kerja sebagai buruh bangunan atau yang tidak punya kerjaan, asal mau berusaha bisa mengubah hidupnya," ujarnya.

Sudiyono yang akrab disapa Topan mengatakan kunci utama bermain GA di Youtube yakni kreatifitas dan original. "Saat ini perkembangan gadget begitu luar biasa. Ponsel sudah ada fasilitas video tinggal kita sekreatif mungkin memanfaatkan untuk menghasilkan uang. Juga harus fokus apa yang sedang kita kerjakan. Kalau fokus di Youtube, ya di Youtube," ujar pria asal Desa Jamus, Karanganyar.

Topan juga memberi judul video yang menarik agar pengguna internet mengklik videonya. Video sebaiknya karya sendiri karena Google juga melihat originalitas video tersebut. Google, kata Topan, mensyaratkan video tidak mengandung SARA dan pornografi.

"Jangan memberi judul tidak sesuai isi videonya. Kalau saya lebih baik original tidak, pakai video orang lain. Saya malah ketar-ketir, selain takut digugat pemilik video asli, juga takut kena strike karena dilaporkan sebagai pelanggaran hak cipta ke Google sehingga akun bisa kena sanksi," ujarnya.(tribun jateng cetak)

Previous
Next Post »