Selasa, 24 Maret 2015

Sukardi Rinakit , Pengamat Pro Jokowi Komisaris Utama BTN Itu Memilih Diam

kotabontang.net - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kemarin (24/3) memutuskan untuk mengubah jajaran direksi dan komisarisnya.

Dalam RUPST tersebut diputuskan susunan pengurus Bank BTN yang baru adalah sebagai berikut, Maryono sebagai Direktur Utama, sementara Mansyur S. Nasution, Iman Nugroho Soeko, Irman Alvian Zahiruddin, Adi Setianto, Sis Apik Wijayanto, Sulis Usdoko, dan Oni Febriarto menjabat sebagai direktur.

Sedangkan pada susunan Dewan Komisaris yakni Sukardi Rinakit sebagai Komisaris Utama. Kemudian Amanah Abdul Kadir, Kamaruddin Sjam, Catherinawati Hadiman dan Arie Coerniadi sebagai komisaris Independe. Sementara Agung Kuswandono dan Lucky Fathul Aziz H sebagai komisaris.

Sukardi Rinakit sebelumnya sempat menjadi tim dari kubu Jokowi-Jusuf Kalla yang memberikan arahan pada saat debat calon presiden (capres) beberapa waktu lalu. Selain Sukardi, mantan Direktur Jenderal Bea Cukai Agung Kuswandono juga ditunjuk menjadi komisaris.

Selain itu, ada pula dua direksi dari eksternal perusahaan, yakni Adi Setianto yang sebelumnya menjabat Direktur BNI dan Sis Apik Wijayanto yang sempat menjabat Pimpinan Wilayah BRI Banjarmasin.

Saat coba dikonfirmasi, Sukardi nampaknya memilih untuk bungkam. Sambungan handphonenya sempat mati saat sore, baru hidup ketika malam. Saat coba dihubungi, Sukardi ternyata tidak menanggapi, termasuk pesan singkat yang disampaikan Jawa Pos.

Hal yang sama juga terjadi kepada Kamaruddin Sjam. Nomor telepon mantan anggota Komisi XI DPR dan politisi Partai Golongan Karya itu ternyata tidak aktif sampai malam hari.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengungkapkan bahwa keputusan pergantian susunan pengurus perseroan telah mendapat persetujuan pemegang saham. Perombakan ini bertujuan memperkuat struktur manajemen perseroan dalam menghadapi ketatnya persaingan serta ketidakpastian ekonomi global.

"Keputusan ini kehendak dari pemegang saham. Kami berharap bahwa inilah yang terbaik yang diberikan oleh pemegang saham bagi kinerja perseroan kedepannya," ujarnya usai RUPST di Jakarta, Selasa (24/3).

Maryono menambahkan bahwa keputusan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kinerja bisnis bank dalam rangka konsolidasi strategis di lingkungan bank-bank BUMN.(dee/bay)

Previous
Next Post »