Selasa, 03 Maret 2015

Program Rp 50 Juta per RT (Prolita) Kota Bontang Di Nilai Sukses

kotabontang.net -

BONTANG – Dianggap memberikan manfaat yang besar, warga meminta
agar Program Rp 50 Juta per RT (Prolita) terus dilanjutkan walaupun masa
jabatan Wali Kota Bontang Adi Darma berakhir. Sebab itu, warga mengusulkan agar
dibuatkan peraturan daerah (Perda) untuk mempermanenkan program tersebut. 


Sayyin, Ketua RT 9 Kelurahan Gunung Elai misalnya. Dirinya
sangat mengapresiasi prolita ini. Pasalnya, sejak digulirkannya prolita banyak
membantu warga untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan RT yang sifatnya kecil dan
minim dana. Seperti membeli mesin potong rumput, perlengkapan olahraga, dan
lain sebagainya.
“Prolita merupakan ide yang bagus, lebih baik dipertahankan
tetap ada,” ujarnya.
Sama halnya dengan Ketua RT 23 Kelurahan Bontang Baru,
Bahtiar Tenohan. Dirinya mengaku bahwa prolita merupakan program yang bagus.
Namun dirinya menyarankan untuk melakukan beberapa perbaikan ke depannya. Apa
saja saran tersebut? menurutnya alangkah lebih baik kalau 30 persen dari dana
prolita dijadikan dana taktis bagi RT. Sehingga dana tersebut akan dikelola RT
dan digunakan apabila sewaktu-waktu ada kebutuhan darurat yang membutuhkan dana
cepat.
“Karena selama ini kami bingung kalau ada kejadian seperti
banjir, karena kas RT kosong. Tentunya dana taktis tersebut tetap dengan surat
pertanggungjawaban di akhir tahun,” ungkapnya.
Saran lainnya adalah dengan menambah anggaran prolita.
Menurutnya, dana yang tersedia saat ini masih belum mencukupi untuk memenuhi
kebutuhan RT. “Ini merupakan ide brilian dari pak Adi, dan lebih baik daripada
program-program sebelumnya,” katanya.
Usulan adanya peraturan daerah (Perda) tentang Program Rp 50
Juta Per RT (Prolita) dari masyarakat mendapatkan respon positif dari Badan
Legislasi Daerah (Balegda) DPRD Bontang.
Usulan ini sendiri muncul saat masa reses DPRD Bontang.
Setiyoko Waluyo, Ketua Balegda DPRD Bontang mengakui usulan tersebut datang
dari warga Kelurahan Lhoktuan. Karena, Prolita ini dianggap membantu warga
dalam membangun dan memperbaiki infrastruktur skala kecil di lingkungan tiap
RT.
Karena dianggap bagus, warga takut ketika pergantian Wali
Kota Bontang dan bukan Adi Darma lagi menjabat, program ini bisa saja hilang.
Sehingga ketika ada perda, prolita bisa tetap dirasakan 500-an RT di Kota Taman.
“Ini kan program Pak Adi (Wali Kota, Red.), warga menginginkan Prolita bisa jalan terus meskipun wali
kotanya berganti. Kita merespon baik usulan warga ini,” jelas Setiyoko.
Senada, Muslimin, Wakil Ketua Balegda mengapresiasi usulan
warga tersebut. Apalagi, program andalan Pemkot Bontang ini dianggap baik untuk
pembangunan dan perbaikan infrastruktur di lingkungan RT. Sehingga, tak ada
salahnya jika usulan ini dimasukkan dalam program legislasi daerah (Prolegda)
2016 nanti.


“Prolita ini bagus dan mendapatkan respon positif dari
masyarakat. Kalau misalnya mau dibahas, mungkin akan bisa disisipkan di
Prolegda 2016 nanti, karena saat ini Prolegda 2015 sudah diketuk,” urai
politisi Partai Golkar ini. ( .bontangpost.co.id )

Previous
Next Post »