Senin, 23 Maret 2015

Kwik Kian Gie Sebut Ekonomi Indonesia Menuju Liberal

kotabontang.net - Menteri Koordinator Perekonomian, Keuangan, dan Industri era Presiden Abdurahman Wahid, Kwik Kian Gie menilai sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia saat ini mengarah ke sistem ekonomi liberal.

“Menurut saya iya. Perkembangannya menuju ekonomi liberal gradual, namun dengan arah yang sangat jelas,” kata Kwik dalam seminar bertajuk ‘Ironi Pembangunan Ekonomi Indonesia, Kesenjangan Sosial Melebar’, Rabu (18/3/2015).

Menurut Kwik ada beberapa undang-undang, peraturan pemerintah, dan kebijakan ekonomi lain yang bisa dilihat membuat sistem ekonomi Indonesia menjurus ke sistem ekonomi liberal.

Di antaranya yaitu, Undang-undang No.1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, UU tentang Penanaman Modal Dalam Negeri tahun 1968, Peraturan Pemerintah No 20 tahun 1994, Infrastruktur Summit I dan II, serta UU No 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

Kwik dalam kesempatan tersebut menjelaskan, arti liberalisme dalam bidang ekonomi telah dijelaskan oleh Adam Smith (1776), yang intinya adalah bahwa hakikat manusia selalu mengejar kepentingannya sendiri dalam arti ingin memperoleh manfaat yang paling optimal dari apa yang dimilikinya.

“Maka tanpa peraturan dan pengatuan oleh pemerintah, produsen akan memproduksi barang dan jasa yang dianggapnya memberikan kepadanya laba yang sebesar-besarnya,” imbuh.

Dewan Pembina Yayasan Institute Bisnis Indonesia itu. Lebih lanjut Kwik menceritakan di zamannya Adam Smith, sistem ekonomi yang bekerja memang seperti yang digambarkannya atau sistem ekonomi yang bukan sistem, karena tidak ada peraturan dan pengaturan apapun juga.

Semuanya bebas dan dibolehkan. Liberalisme, sambung dia, tidak membolehkan pemerintah campur tangan dalam produksi, konsumsi, dan distribusi, sehingga tidak ada yang bsia dan tidak ada yang mau melarang, karena ideologi yang dihayatinya bagiakan agama tidak membolehkannya.

“Kondisi ini (liberal) membawa ketimpangan yang luar biasa. Akhinrya hanya tertinggal beberapa gelintir produsen saja dengan kapital sangat besar. Mereka tidak hanya mampu menghalau para pesaing dari pasar, tetapi juga mempekerjakan buruh dengan gaji dan persyaratan sewenang-wenang,” ungkap Kwik.

Sistem ekonomi Indonesia yang pada mulanya berupa ekonomi perdesaan yang mandiri dalam perkembangannya menjurus ke liberal. Kwik meyakini, ketimpangan antara kaya-miskin selalu terjadi dalam sistem ekonomi liberal yang sifatnya persaingan besar, cut throat competition dengan akibat survival of the fittest.[ kompas.com]

Previous
Next Post »