Selasa, 10 Maret 2015

Jokowi, Presiden RI Pertama yang Capai Nol Kilometer Indonesia

kotabontang.net - Presiden RI Joko Widodo dan rombongan tiba di Sabang, Pulau Weh, Selasa (10/3/2015), sekitar pukul 10.15 WIB. Presiden Jokowi merupakan Presiden RI pertama yang mencapai titik nol kilometer Indonesia tersebut. Sebelumnya, BJ Habibie pernah menggapai ujung paling barat Indonesia itu pada 1997, namun masih berstatus sebagai Menristek.

Dari titik Kilometer Nol batas paling barat Indonesia, Presiden Joko Widodo menyerukan para pejabat di Indonesia untuk bisa menggelorakan semangat kerja bergotong royong. Jokowi mengingatkan agar para penyelenggara negara bisa menjadi pemimpin yang kemudian dicontoh oleh rakyat.

"Kerja dengan gotong royong, dari semua anak bangsa tanpa terkecuali. Gotong royong bukan hanya urusan rakyat, melainkan para pemimpin-lah yang pertama dan terutama harus mampu berikan contoh bergotong royong dalam kerja," ujar Jokowi saat meluncurkan gerakan nasional "Ayo Kerja" di tugu Kilometer Nol, Sabang, Aceh, Selasa (10/3/2015).

Jokowi mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini tidak hanya berskala nasional, tetapi juga regional dan global. Dengan demikian, keterlibatan semua elemen masyarakat dari Sabang sampai Merauke sangat diperlukan.

"Semua harapan tentang Indonesia hanya bisa dicapai dengan kerja. Sekali lagi, dengan kerja. Hanya melalui kerja, semua bangsa bisa meraih kemakmuran dan kejayaan. Dengan kerja, bisa bangun jiwa dan raganya untuk kejayaan Indonesia raya," ucap Jokowi.

Pencanangan gerakan nasional "Ayo Kerja" yang dilakukan dalam rangka perayaan 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia ini, menurut Jokowi, bukan hanya membutuhkan kerja biasa, tetapi kerja yang bisa menguatkan persatuan Indonesia.

"Saudara-saudara, gerakan nasional 70 tahun Indonesia Merdeka, saya canangkan tepat di Kilometer Nol di kota Sabang, dan berencana untuk berakhir di Merauke ujung timur Indonesia, pada waktu berikutnya," ujar Jokowi.

Pada peluncuran gerakan nasional "Ayo Kerja" ini, Presiden juga mendengarkan harapan warga Aceh yang dibacakan oleh tiga pelajar sekolah dasar. Harapan itu kemudian akan dimasukkan ke dalam tabung stainless steel. Harapan ini kemudian diambil lagi di 33 provinsi lainnya untuk disimpan hingga 70 tahun kemudian.

Setelah dari titik 0 kilometer, Presiden akan bertolak ke Bendungan Paya dan Pelabuhan Badan Pengelolaan Kawasan Sabang (BPKS). Pelabuhan BPKS itu akan menjadi pelabuhan hubungan internasional. Presiden akan bertolak ke Jakarta petang hari nanti.

Previous
Next Post »