Senin, 23 Maret 2015

Jokowi Dapat SP2K (Surat Panggilan Pulang Kampung)

kotabontang.net - Jokowi Dapat SP2K (Surat Panggilan Pulang Kampung) .Kecewa dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Solo, Jawa Tengah menggelar aksi demo.

Dalam aksi tersebut,para mahasiswa mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sehingga, para mahasiswa ini pun meminta Presiden Jokowi untuk segera pulang ke kampung halamannya di Solo.

Sebagai wujud mereka memanggil pulang Presiden Jokowi, para mahasiswa ini pun membentangkan spanduk bertuliskan "Kami siap antar pulang pak Jokowi ke Solo Lagi".

Tak hanya itu, mereka pun membentangkan spanduk alasan mereka memanggil pulang Jokowi yaitu karena harga beras naik dan BBM Naik.

"Pak Jokowi Ayo Pulang Kampung. Indonesia Darurat dan Save Indonesia," teriak mahasiswa, seperti dilansir Okezone (20/3).

Presiden BEM UNS Eko Pujianto mengatakan, mereka memberikan batas waktu kepada Presiden Jokowi satu bulan untuk membenahi kebijakannya yang sangat merugikan rakyat.

Bila dalam jangka waktu satu bulan,hingga 20 Mei nanti, Jokowi belum juga mampu membenahi, maka surat panggilan pulang kampung (SP2K) untuk Jokowi resmi dilayangkan.

"Kami kecewa dengan kepemimpinan Jokowi - JK. Banyak kebijakan mereka yang tidak memihak rakyat. Justru sebaliknya, Pak Jokowi lebih banyak condong mementingkan pencitraan. Untuk itu, kita akan memanggil pulang Pak Jokowi untuk mendengarkan aspirasi langsung masyarakat,"papar Eko disela aksi demo, di depan kampus UNS, Solo, Jawa Tengah.

Menurut Eko, apa yang disuarakan mahasiswa ini merupakan realita sesungguhnya dari kepemimpinan Jokowi - JK. Belum ada dua tahun memimpin, harga-harga kebutuhan pokok melonjak dan rupiah menjadi terpuruk.

Untuk itu, mereka mengajukan delapan tuntutan terhadap Jokowi sebelum pemanggilan pulang diberlakukan para mahasiswa.

Mereka menuntut agar Presiden Jokowi menurunkan harga bahan pokok, mengembalikan subsidi BBM, bersikap tegas berantas korupsi, menguatkan nilai tukar rupiah, melakukan nasionalisasi asset negara, bersikap pro kepada rakyat dan tidak dipengaruhi kepentingan politik, mewujudkan janji Trisakti serta yang paling utama yaitu menghentikan pencitraan media dan benar-benar bekerja untuk rakyat. (Okezone)

Previous
Next Post »