Selasa, 31 Maret 2015

Garuda Indonesia Buka Rute Semarang-Lombok

kotabontang.net - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Semarang bakal membuka rute baru Semarang-Surabaya-Lombok atau dikenal dengan Semarang-Lombok yang efektif resmi diberlakukan pada 15 Mei 2015.

General Manager Branch Office Semarang Garuda Indonesia I Wayan Supatrayasa mengatakan pembukaan rute baru Semarang-Lombok yang melalui Surabaya diharapkan dapat memacu kunjungan wisatawan antara dua daerah tersebut.

“Semarang-Bali sudah terkoneksi. Pada 15 Mei Semarang-Lombok bisa terkoneksi. Wisatawan dari Lombok bisa langsung ke Semarang,” paparnya dalam konferensi pers di Semarang, Senin (30/3).

Pembukaan rute baru, ujar dia, merupakan wujud kepedulian Garuda Indonesia terhadap konsumen yang ingin berwisata ke Jawa Tengah. Selama ini, dia mengakui kunjungan wisatawan ke Jateng lebih sedikit dibandingkan orang Jateng yang berwisata ke berbagai daerah.
Wayan mengatakan total penumpang Garuda Indonesia dari Semarang yang keluar ke berbagai daerah mencapai 5.000 penumpang. Sementara penumpang dari luar daerah yang masuk ke Semarang masuk pada hari weekend berkisar 3.750 orang atau 75% dari angka penumpang keluar.

“Sebenarnya, potensi Semarang kalau dikembangkan cukup bagus. Dan saat ini, kami terus promosi supaya potensi Semarang bisa dinikmati oleh orang luar,” ujarnya.

Saat ini, tingkat okupansi Garuda Indonesia dari Semarang masih didominasi tujuan Jakarta, Surabaya dan Bali. Garuda Indonesia melayani 12 penerbangan dari Semarang yang meliputi sembilan penerbangan Semarang-Jakarta, dua penerbangan Semarang-Surabaya dan satu kali penerbangan Semarang-Denpasar. Semua penerbangan dilayani dengan rute pulang-pergi.

“Untuk semua rute, kami targetkan okupansi rata-rata 80%,” papar dia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Masdiana Safitri mengatakan ada banyak lokasi wisata di Semarang yang menjadi unggulan seperti Kebun Binatang Mangkang, Goa Kreo dan Kota Lama.

Dia optimistis kunjungan wisata ke Semarang pada tahun ini bakal naik seiring selesainya perbaikan infrastruktur di wilayahnya. Masdiana juga tidak khawatir dengan adanya larangan pegawai negeri sipil (PNS) untuk rapat di sejumlah hotel.

“Kami mengandalkan pihak swasta. Jadi, larangan itu dampaknya tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Asita Jateng Joko Suratno mengatakan kunjungan wisatawan terbanyak terlihat di hari-hari libur dan hari peringatan keagamaan tertentu.

Previous
Next Post »