Senin, 02 Maret 2015

Dianggap Menghina Islam, Warga Amerika Diserang Dengan Pedang di Bangladesh

kotabontang.net - Dianggap Menghina Islam, Warga Amerika Diserang Dengan Pedang di Bangladesh.Seorang blogger asal Amerika dan istrinya menjadi korban penyerangan militan Islam Bangladesh karena keduanya dituduh sering menghina Islam, Kamis (26/2/2015).

Dilansir dailymail, Dr Avijit Roy (42) dan istrinya merupakan warga negara Atlanta, Georgia berkunjung ke Dhaka, Bangladesh untuk menhadiri book fair.

Roy dikenal karena tulisannya yang sering mengupas tentang perlawanan terhadap agama ekstrimis baik secara online melalui blognya dan melalui sejumlah buku yang sudah sering diterbitkan.

Namun, ada sejumlah kelompok Islam yang tidak senang dengan tulisannya karena dianggap melecehkan Islam, karena tulisannya sangat menyudutkan Islam, Islam dikatakan sebagai agama ekstrim dan kejam.

Kedatangannya ke Bangladesh ternyata telah dinanti oleh kelompok Islam Ansar Bangla 7, kedua pasangan tersebut diserang saat melintasi jalan di dekat University Mosque Dhaka.

Kelompok Islam Ansar Bangla 7 sendiri telah mengakui pelaku yang menyerang pasangan tersebut adalah anggota mereka.

Seperti yang dikutip dari akun Twitter milik kelompok Islam Ansar Bangla 7 @AnsarBn_7 "Seorang warga Amerika, kembali ke amerika diselimuti ketakutan setelah 5/6 hari mengunjungi Dhaka merka gagal menghadari book fair, rasakan itu lol".

Akibat serangan tersebut, kedua pasangan tersebut mengalami sejumlah luka serius dibagian kepala dan sekujur badannya karena terkena sabetan pedang dan senjata lainnya dan sekrang telah dirawat intensif di rumah sakit Dhaka Bangladesh.

Sementara itu menurut keterangan kepolisian Dhaka mengatakan penyerangan secara brutal ini pasti ada kaitannya dengan pihak Universitas, mereka diserang sekitar jam 20.45 waktu setempat di dekat Universitas.

"kami masih melakukan penyelidikan, kami telah membawa sejumlah saksi mata untuk dimintai keterangan, kami yakin motif penyerangan ini dilatarbelakangi statement Roy yang sering membahas mengenai ekstrimis,".

Sementara itu pihak Amerika Serikat sendiri mengutuk keras kejadian yang menimpa warganya dan menggap kejadian tersebut telah menodai perdamaian yang tengah diusung oleh pemerintah Bangladesh.

Hal senada juga dikeluarkan oleh Departemen Dalam Negeri Bangladesh melalui juru bicara, Jen Psaki mengatakan Amerika Serikat sendiri telah menghubungi pemerintah Bangladesh mengenai kondisi warganya.

"Kami juga sangat menyesali penyerangan tersebut, ini jelas telah merusak citra Bangladesh yang menjunjung tinggi kebebasan dalam beragama dan juga terus menyuarakan kedamaian, semoha pelaku penyerangan segera tertangkap dan kami sangat mengharapkan bantuan kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini,"pungkasnya.

Previous
Next Post »