Minggu, 01 Maret 2015

Cara Lain Raup Dollar Lewat Internet, Fee Lebih Besar

kotabontang.net - Menjadi seorang Internet Marketing (IM) tak hanya publisher Google Adsense. Jalan lain mendulang dolar bisa dilakukan dengan cara Affiliate Marketing (Afiliasi Marketing).

Dosen Teknik Informatika Unversitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Fahri Firdausillah mengatakan saat ini terdapat banyak toko online yang menawarkan afiliasi marketing di antaranya Lazada, Zalora, dan Elevania. Perbedaan dengan Google Adsense yang akan membayar seorang IM jika iklan diklik, seorang IM akan mendapatkan komisi jika barang yang ditawarkan telah terjual.

Toko online memanfaatkan kreatifitas IM yang membuat blog mengenai sebuah produk. “Kalau blog hanya berisi katalog saja, sudah ada Lazada, Zalora, atau Elevania. Seorang IM memanfaatkan netizen yang bingung membeli produk kemudian membuat blog yang berisi konten review produk. Kemudian dalam blog ditautkan link berharap setelah membaca review, netizen mengklik link lalu beli ke toko online yang ditautkan,” ujarnya, pekan lalu.

Jika akhirnya netizen membeli produk dari toko online, IM akan memperoleh komisi yang cukup besar ketimbang Google Adsense. “Kalau Adsense per klik dibayar di bawah USD 1, komisi afiliasi marketing sekitar USD 17-70 per produk yang dijual. Atau bisa 50 persen dari harga jual produk. Afiliasi marketing tidak kalah cerdik dengan Adsense,” ujarnya.

Fahri menyarankan agar pengunjung yang datang ke blog lebih luas sebaiknya dalam mereview produk menggunakan Bahasa Inggris. “Kalau pakai Bahasa Indonesia pasar hanya lokal, kalau pakai Bahasa Inggris pasar bisa datang dari luar negeri. Apalagi orang luar negeri sudah lebih melek dengan belanja online. Daripada HP-nya nganggur buat akses ngga perlu lebih baik belajar IM untuk menghasilkan uang. Modal dengkul tapi penuh kesungguhan,” ujarnya.

Afiliasi marketing diterapkan pemilik blog www.journalindahjuli.com, Indah Julianti. Dari membuat konten review produk Indah pun bisa merasakan jalan-jalan ke luar negeri gratis.

Namun afiliasi marketing yang dilakukan Indah tidak menautkan link ke toko online. Indah mereview sebuah produk dari pengalaman memakai produk langsung. “Saya awal mereview produk dari yang saya gunakan kemudian diunggah ke blog. Sekarang ada pesanan dari beberapa perusahaan yang ingin produknya saya review,” ujar ibu rumah tangga yang kini tinggal di Yogyakarta.

Indah mengenal blog pada 2003. Kala itu sedang marak orang ngeblog. Sebagai reporter di televisi swasta nasional, Indah tertarik ngeblog berdasarkan pengalamannya di lapangan sebagai reporter.

“Awalnya ngeblog hanya untuk fun saja. Saya review produk kayak provider yang saya pakai. Kemudian klien pertama datang dari Unilever meminta produk es krim produksi mereka direview. Menurut mereka tulisan saya bagus dan banyak yang baca ,” ujarnya.

Setelah keluar kerja pada 2011, Indah kemudian lebih fokus ngeblog. Setiap produk yang direview, Indah bisa mendapatkan komisi di atas Rp 5 juta. “Setelah keluar kerja banyak yang nawarin untuk review produk. Ya sudah saya kemudian fokus ngeblog. Dari ngeblog, saya pernah jalan-jalan gratis ke Bali, Madura, hingga Australia,” ujarnya.

Indah mengaku harga review tidak selalu dipatok dengan uang, dirinya melihat kemampuan klien. “Kalau memang tidak punya budget, kadang saya dibayar pakai produk. Pernah review kegiatan sosial atau kampanye sebuah perusahaan juga tidak dibayar. Blogger juga harus melihat dasar moral,” ujarnya.

Bersama tiga temannya, Indah kemudian membuat Komunitas Emak Blogger (KEB) sebagai wadah para perempuan yang hobi ngeblog. Anggota KEB sebanyak 1.800 mulai dari blogger remeh temeh hingga profesional tergabung dalam KEB. “Perempuan tidak hanya urusan dapur saja. Mereka meski hanya seorang ibu rumah tangga bisa berkarya lewat menulis. Dari menulis bisa mengubah hidup,” ujarnya.

Indah mengatakan saat ini sedang booming menulis di blog untuk dapat uang. Menurutnya uang yang didapat sebaiknya hanya merupakan sebuah penghargaan. Indah menyarankan sebuah blog harus mempunyai kekuatan tersendiri. “Sah-sah saja melakukan itu. Tapi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada uang. Tapi juga perlu dikuatkan blog yang dibuat. Kalau hanya ngejar uang pasti tidak akan bertahan lama. Blog yang baik banyak pembaca dan banyak yang komentar, ” ujarnya. (tribunjateng/cetak)

Previous
Next Post »