Sabtu, 07 Maret 2015

Batu Akik Sisik Naga Ramai Diburu

kotabontang.net - Demam batu mulia, khususnya akik, menjadikan kolektor batu tersebut panen rejeki. Salah satunya, Muhammad Imam, 46, warga asal Desa Alas Malang, Kecamatan Panarukan, Situbondo. Imam dikenal sebagai kolektor barang antik. Mulai topeng berbagai rupa, keris dengan segala jenis, lukisan, serta sejumlah piring dari batu dan keramik.

Terdapat juga benda-benda dari batu-batu mulia. Yakni, yang diukir atau masih berbentuk bongkahan batu. ’’Barang-barang ini saya dapatkan dari banyak tempat. Ada juga yang dari Situbondo. Saya mengoleksi barang antik karena hobi. Sudah lebih dari 15 tahun ini saya terus membeli barang antik,’’ kata Imam yang sehari-hari berdagang barang antik di Pasar Mimbaan itu.
Beberapa tahun terakhir ini, dia merasakan keuntungan lebih dari barang antik yang disimpannya bertahun-tahun tersebut. ’’Memang banyak orang yang demam batu mulia. Jadi, ini hikmah bagi pedagang batu. Dulu batu yang laku hanya batu cincin, tetapi sekarang hampir semua batu diburu orang,’’ ucapnya.

Dia mencontohkan, Kabupaten Situbondo sudah lama memiliki batu jenis akik. Namun, modelnya seperti virus hitam atau sisik naga. Bila diamati lebih dekat, bentuk dan warna batu Situbondo tersebut seperti kulit telur burung puyuh. ’’Juga banyak batu asli Situbondo yang sekarang diminati dan diburu orang. Banyak yang dari Situbondo, Bondowoso, dan Jember. Jadi, masih belum meluas,’’ tuturnya sambil menunjukkan batu cincin dan bongkahan batu seperti kulit telur puyuh.

Selama lebih dari 15 tahun, tantangan terberat yang dialami Imam adalah sulitnya pasar batu mulia. Tidak hanya itu, barang antik yang kini sudah diminati banyak orang tersebut dulunya tidak dilirik. ’’Untuk batu-batu besar yang diukir, bongkahannya tidak saya buang. Itu sekarang laku,’’ terangnya. (rri/JPNN/c20/bh)

Previous
Next Post »