Senin, 09 Februari 2015

Sepak Bola Kini Dilarang di Mesir

kotabontang.net - Buntut dari kerusuhan sepak bola di Mesir, pemerintah menunda semua pertandingan tanpa batas waktu, Senin (9/2), setelah setidaknya 19 orang tewas akibat bentrokan antara pendukung klub dengan polisi di luar stadion di Kairo, Minggu (8/2).

Jubir Kementerian Kesehatan Mesir kepada Reuters menyebut angka 19 orang tewas , tetapi kantor kejaksaan mengatakan ada 22 korban jiwa, sementara pendukung fanatik Zamalek, kelompok Ultras Ksatria Putih, mengklaim pada halaman Facebook mereka: "28 martir sampai sekarang".

Namun, berapapun tepatnya korban yang jatuh, sementara ini tidak akan ada pertandingan sepak bola dari tiga divisi kompetisi teratas di Mesir atau di level minor terkait tragedi tersebut.

Kerusuhan berakibat kematian pecah ketika sejumlah fan terinjak-injak dalam desak-desakan, setelah polisi menembakkan gas air mata pada para pendukung Zamalek yang mencoba masuk ke stadion untuk pertandingan saat laga melawan rival sekota, ENPPI. Pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.

"Asosiasi Sepak Bola Mesir telah memutuskan untuk menghentikan toal semua kegiatan sepak bola di semua level liga untuk berduka atas korban tragedi yang terjadi di pertandingan Zamalek-ENPPI," kata pernyataan resmi federasi Mesir di situs mereka.

Akibat tragedi itu, Zamalek menunda konferensi pers yang dijadwalkan dilangsungkan hari Senin di mana mereka akan memperkenalkan pelatih baru asal Portugal, Jesualdo Ferreira.

Pelatih berumur 68 tahun itu sebelumnya pernah melatih Benfica, Porto, Sporting Lisbon, dan beberapa klub lainnya. Namun, dengan adanya larangan panjang yang tak ditentukan batasnya tersebut, sang pelatih anyar mungkin harus hengkang sebelum memulai karier di Mesir.

Sejumlah tokoh telah mengirimkan surat belasungkawa kepada Presiden Mesir Gamal FA Allam, termasuk Presiden FIFA Sepp Blatter.

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada masyarakat sepak bola Mesir atas peristiwa tragis yang terjadi pada pertandingan semalam di Kairo antara Zamalek dan ENPPI," kata Blatter.

"Itu sangat menyedihkan bahwa permainan sepak bola, yang seharusnya berisi adegan sukacita dan emosi positif, harus dibayangi dengan hal macam ini. Kami menunggu hasil penyelidikan tragedi ini."

Pertandingan sepak bola sering menjadi titik api masalah di Mesir. Tahun 2012 lalu, 72 fan tewas menyusul bentrokan bermotif politik di Port Said. Sejak itu, pemerintah Mesir telah membatasi jumlah penonton yang diizinkan hadir. Namun, para pendukung tim sering berusaha menyerbu stadion walau telah dilarang masuk.

Previous
Next Post »