Minggu, 15 Februari 2015

Punya Sisa Gaji Rp10 Juta, Tapi Gak Punya Rumah....Salah Kelola

kotabontang.net - Punya Sisa Gaji Rp10 Juta, Tapi Gak Punya Rumah....Salah Kelola

Pertanyaan :

Dear Okezone,

Saya tidak tahu harus mulai dari mana. Begini saja, saya karyawan kontrak per tahun di perusahaan swasta di luar negeri. Saya memiliki tanggungan wajib (keluarga, saudara, shodaqoh dan amal) tiap bulan fix Rp8 juta, selain itu untuk asuransi saya sendiri tiap enam bulan sebesar Rp2,5 juta, dan pengeluaran bulanan untuk saya (di luar negeri) dan istri saya (di Indonesia) sekitar Rp12 jutaan, dan ada pengeluaran lainnya yang tak terencana.

Intinya adalah, saya ingin sekali bisa memiliki atau KPR rumah. Rencana di daerah sekitar Surabaya – Sidoarjo. Namun setiap saya mengalokasikan dana untuk DP rumah. Selalu saja dana itu tidak cukup, untuk informasi, saya tiap bulan hanya bisa menabung Rp10 juta. Menurut MRE Financial & Business Advisory apakah yang harus saya lakukan agar dana saya tidak selalu berkurang untuk hal lain di luar prediksi..

Keinginan saya dengan dana saving saya adalah :

1. Bisa memiliki rumah (KPR)

2. Bisa punya investasi jangka panjang maupun jangka pendek (mohon masukan apakah say harus ikut reksadana atau deposito)

3. Bisa membeli mobil (kredit)

4. Bisa membeli proteksi pendidikan utk masa depan anak saya (sekarang umur 6 bulan).

Mohon masukan dan saran

Terima kasih dan Best Regards,

RADEN M RUSFANDY.

Jawab :

Dear Pak Raden,

Berikut jawaban dari saya :

1. Untuk kita bisa menentukan berapa banyakkah uang yang harus kita sisihkan untuk membeli rumah, ada baiknya kita mengetahui dahulu berapakah harga rumah yang akan kita beli. Kemudian juga kita perhatikan lagi berapakah dana kita yang sudah tersedia. Kemudian bagaimana cara belinya, apakah beli secara cash ataupun kredit. Terakhir adalah berapa lama target waktu kita untuk bisa memiliki rumah tersebut.

Menganalisa informasi dari bapak bahwa ingin memiliki rumah secara kredit melalui KPR, akan lebih akurat jawabannya sebenarnya bila bapak menyampaikan juga berapakah dana yang sudah tersedia. Namun tidak mengapa akan kita coba bahas dari informasi yang tersedia ya.

Semisal harga rumah yang bapak inginkan sebesar Rp500 juta, dan dana yang saat ini tersedia sebesar Rp50 juta. Bila bapak ingin membelinya dengan cara KPR, maka uang muka untuk pembelian rumah tersebut adalah 20- 30 persen dari harga rumahnya, atau minimal Rp100 juta. Berarti untuk DP nya saja kita masih perlu Rp50 juta rupiah lagi, di luar cicilan bulanannya setelah proses pembelian selesai.

Pertanyaan berikutnya adalah berapa lama bapak ingin bisa membeli rumah tersebut? SeAndainya targetnya adalah setahun ke depan, berarti yang harus kita tabung adalah sebesar Rp50 juta dibagi 12 yaitu dibulatkan menjadi Rp4,2 juta rupiah per bulannya. Semakin lama target bapak memiliki rumah, tentunya akan semakin kecil juga uang yang harus bapak sisihkan. Cara berhitung ini juga bisa diterapkan untuk membeli mobil seperti pertanyaan bapak selanjutnya.

2. Menurut saya setiap orang harus memiliki investasi, sekecil apapun jumlahnya. Tujuannya adalah agar uang yang sudah kita kumpulkan dari hasil jerih payah kita dapat berkembang secara lebih maksimal. Selain itu sebagai dana cadangan kita dalam menghadapi masa pensiun tentunya.

Instrument investasi ada banyak ragamnya. Ada yang cocok untuk jangka panjang maupun jangka pendek maupun menengah. Saya kurang menyarankan bapak untuk berinvestasi di deposito, mengingat imbal hasilnya yang relatif tidak sebanding dengan inflasi yang terjadi. Jadi bapak bisa memilih produk reksadana untuk berinvestasi.

Untuk reksadana sendiri ada banyak pilihannya, bisa untuk jangka pendek yang berbasis pasar uang serta pendapatan tetap, jangka menengah yang berbasis campuran, maupun jangka panjang yang berbasis saham. Alternatif lainnya untuk berinvestasi adalah dengan membeli logam mulia. Atau seAndainya bapak memiliki dana nganggur yang cukup banyak, bisa masuk juga ke properti sebagai investasi jangka menengah – panjang.

Untuk bisa berinvestasi di instrument-instrument tersebut, sisihkanlah dari pendapatan kita sebesar 10 persen tiap bulannya. Dengan rutin menyisihkan dana kita untuk berinvestasi, akan membuat kita merasa lebih enteng daripada langsung menyisihkan dalam jumlah besar.

3. Sebagai seorang ayah yang sangat menyayangi keluarganya, tentunya Anda ingin agar pendidikan anak Anda terjamin dengan baik. Maka langkah Anda untuk membeli proteksi bagi pendidikan anak menurut saya langkah yang sangat tepat. Yang penting kita memahami bahwa proteksi untuk pendidikan anak itu pada hakikatnya yang diproteksi adalah orangtuanya karena merekalah yang mencari nafkah agar anaknya bisa terus bersekolah, jadi bukannya si anak yang diproteksi.

Cara sederhana untuk menghitung berapakah seharusnya bapak menabung, pertama cari tau dulu berapakah perkiraan biaya sekolah anak Anda nantinya. Semisal untuk kuliahnya nanti di usia 18 tahun, di kampus dan jurusan yang Anda inginkan saat ini berapakah biayanya? Dengan asumsi inflasi pendidikan 20 persen per tahun, maka Anda bisa mendapatkan biayanya untuk 18 tahun lagi (karena usia anak Anda saat ini enam bulan). Angka tersebutlah yang dijadikan patokan uang pertanggungan yang Anda perlukan, karena ada atau tidak adanya orangtua yang membiayai kuliahnya, maka anak Anda tetap butuh uang sejumlah tersebut untuk bisa kuliah di tempat yang Anda idamkan.

Seperti yang Pak Raden infokan, bapak membayar asuransi sebesar Rp2,5 juta per 6 bulan. Dengan saya asumsikan asuransi tersebut adalah asuransi jiwa, coba perhatikan didalam polisnya, berapakah uang pertanggungan yang Anda dapatkan dari asuransi tersebut? Bila ternyata angkanya sudah cukup seperti asumsi dana yang diperlukan anak Anda untuk bisa kuliah di tempat yang Anda inginkan, berarti Anda tidak perlu menambah proteksi lagi. Namun bila angkanya ternyata masih kurang, maka Anda harus menambah lagi proteksinya.

Salam,

Andy Nugroho, CFP (twitter @AndyTrinugroho)
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www.kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusinessAdvisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Mitra Rencana Edukasi – MRE Indonesia

Previous
Next Post »