Minggu, 08 Februari 2015

Modus Biadab Ustadz Bengkulu

kotabontang.net - Biadab! Seorang ustaz yang merupakan pengasuh pondok pesantren di Bengkulu Selatan dilaporkan karena diduga telah mencabuli santriwatinya. Perbuatan asusila itu tak hanya satu kali tetapi terjadi hingga lima kali.

Namun ulah biadab sang ustaz baru terungkap setelah korban inisial Kh (17) melaporkannya ke Mapolres Bengkulu Selatan, Sabtu (6/2). Kebiadaban sang guru jebolan Timur Tengah ini berlangsung sejak Juni-Oktober 2014 di lingkungan ponpes. Dilakukannya saat istrinya tidak berada di rumah.

Modusnya, Wa berpura-pura memanggil korban dengan alasan meminta korban untuk membantu pekerjaan di rumahnya. Saat korban tiba di rumah itu, Wa bukannya disuruh membantu pekerjaan rumah seperti permintaan awal namun Wa langsung memeluk korban. Tak hanya itu, korban mengaku jika Wa juga menciumi pipi, bibir serta lehernya. Bahkan, biadabnya lagi, Wa membuka baju korban, meraba, mengelus dari atas hingga ke pantat korban.

Awalnya korban menyimpan rapat-rapat pelecehan seksual yang dialaminya tersebut lantaran tak ingin menanggung malu dan menjaga nama baik Ponpes tempatnya menuntut ilmu. Namun lama kelamaan korban tak kuat menyimpan aib itu, karena sang guru semakin berani. Akhirnya korban memilih menceritakan kejadian yang dialaminya itu kepada orang tuanya. Tak terima atas perbuatan Wa, orang tua bersama korban melaporkan sang ustaz ke Polres Bengkulu Selatan.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, AKP Mars Suryo Kartiko, S.IK mengakui menerima laporan tersebut sebagaimana bukti laporan dengan nomor LP/24-B/II/2015/SPKT. Kh yang masih duduk di bangku kelas XI Madrasah Aliyah ini melaporkan Wa dengan tuduhan pelecehan seksual sebanyak lima kali.

"Laporan itu baru sepihak dan bakal didalami oleh penyidik Polres Bengkulu Selatan soal kebenarannya. Kasusnya masih ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres BS. Beberapa saksi juga sudah kita mintai keterangan. Tinggal lagi keterangan dari terlapor yang masih dalam proses pemanggilan," beber AKP Mars Suryo.

Kabar tentang perbuatan cabul oleh Wa ini sebenarnya sudah beberapa hari mencuat di lingkungan ponpes dan yayasan yang menaunginya. Bahkan Wa sempat dikonfirmasi langsung oleh majelis ponpes. Cukup mengejutkan, Wa mengakui perbuatan tersebut. Hanya saja versinya terjadi di luar kesadarannya. Janggalnya lagi, Wa terbilang orang yang taat beribadah dan sangat menguasai ilmu agama ini, kesadarannya hilang karena tubuhnya dirasuki makhluk halus.

Terpisah, H Aprizal Zupi, SH selaku wakil yayasan yang menaungi ponpes tersebut dikonfirmasi Rakyat Bengkulu (Grup JPNN.com) mengaku sudah mendengar informasi terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah seorang pengasuh ponpes terhadap santri perempuannya. Menyikapi permasalahan ini, pihaknya akan terlebih dahulu menunggu perkembangan dari proses penyelidikan yang dilakukan polisi.

"Kalau memang benar tentunya sangat kita sayangkan. Tapi kepastiannya kita akan tunggu hasil penyelidikan polisi. Begitu sikap yang akan kita ambil," beber Aprizal.

Previous
Next Post »