Kamis, 12 Februari 2015

Bisnis Boneka di Hari Valentine

kotabontang.net - Memberikan hadiah kepada seseorang yang disayangi pada hari kasih sayang atau hari Valentine sudah menjadi tradisi di kalangan anak muda. Ada banyak hadiah yang biasa diberikan saat Valentine. Salah satunya adalah boneka. Tak heran jika tanggal 14 Februari merupakan saat-saat panen bagi para penjual boneka.

Salah satu pemain yang turut merasakan berkah Valentine adalah Andre Kurniadi di Duren Sawit, Jakarta Timur. Tidak hanya menjual, Andre juga memproduksi sendiri boneka tersebut dengan merek Bonekanya.

Ada banyak jenis boneka bikinannya, seperti boneka wisuda dan boneka maskot. "Khusus Valentine ada boneka beruang dan boneka berbentuk hati atau love," ujar pria yang sudah berbisnis boneka sejak 2012 ini, dikutip dari Kontan.

Selain boneka, ia juga memproduksi suvenir pernikahan, bantal, tempat tisu, dan dompet. Andre mengaku semua boneka bikinannya, ia desain sendiri. Menjelang hari Valentine, kapasitas produksi bonekanya meningkat sampai 40% dari hari biasanya. Jumlah itu masih belum bisa memenuhi seluruh permintaan.

Makanya, ia juga mengambil pasokan boneka dari konveksi lain yang berada di Bandung. Dalam seminggu ia bisa memproduksi hingga 500 boneka. Harga boneka tersebut dibanderol di kisaran Rp 8.000 sampai Rp 50.000 per boneka.

Boneka-boneka bikinannya ini ada yang dipasarkan dia mal hingga toko-toko boneka. Selama dua bulan menjelang Valentine, pesanan justru ramai dari luar Jakarta. Pemesanan di Jakarta relatif biasa dan tidak berkembang pesat. "Ramai pesanan dari Semarang, Lampung, Palembang, Kalimantan, dan Sulawesi," jelasnya.

Selama ramai permintaan ini, Andre bisa menjual 50 hingga 70 boneka dalam sehari. Berkaca dari pengalaman Valentine tahun-tahun lalu, Andre bisa meraup omzet hingga Rp 40 juta per bulan. Sementara omzet di bulan biasa hanya di kisaran Rp 25 juta-Rp 30 juta.

Pemain lainnya adalah Rahman Adi asal Bekasi, Jawa Barat. Ia menjual boneka dengan merek Lunania. Beda dengan Andre, Rahman hanya fokus berjualan saja. "Saya tidak memproduksi," kata pria yang sudah berjualan boneka sejak tahun 2010 ini.

Ia mengaku, setiap Valentine selalu kebanjiran order. Maka, untuk mengantisipasi permintaan ia pun menyiapkan stok. "Saya sudah menyiapkan stok sejak Januari," katanya. Lunania menjual aneka boneka mulai dari boneka berbentuk hewan, tokoh kartun, klub sepakbola, tanaman, dan bentuk lainnya.

Saat Valentine yang banyak dicari adalah boneka berbentuk hati dan boneka beruang. Rahman mengaku, mendapat pasokan boneka dari pemasok di daerah Bekasi juga. Menurutnya, penjualan boneka pada hari Valentine bisa mencapai 600 buah per bulan. Dengan rata-rata harga jual Rp 20.000-Rp 300.000 per buah, ia bisa mengantongi omzet Rp 50 juta per bulan.

Previous
Next Post »