Senin, 23 Februari 2015

Anak Takut Menjadi Dewasa Pada Umur 11 Tahun

kotabontang.net - Sebagian di antara kita mengenal dongeng Peter Pan yang tidak mau tumbuh dewasa dan selamanya hidup di dunia anak-anak yang penuh petualangan. Namun, ternyata di dunia nyata pun fobia yang menunjukkan rasa takut untuk menjadi orang dewasa ini benar-benar terjadi.

Seorang remaja laki-laki di Meksiko dilaporkan merasa sangat takut beranjak dari anak-anak untuk menjadi pria dewasa. Bahkan, kabarnya sang remaja yang identitasnya dirahasiakan ini telah mengambil beberapa upaya untuk mencegah terjadinya proses penuaan pada dirinya. Para dokter mendiagnosis remaja ini menderita gerascophobia atau ketakutan tumbuh dewasa.

Kasus langka yang diderita remaja ini diteliti dan laporannya dipublikasikan pada jurnal Case Reports in Psychiatry. Menurut para peneliti, fobia yang diderita sang remaja boleh dikatakan sangat langka. Saat ini hanya dua kasus lain serupa yang ditemukan dan para penderita seluruhnya adalah orang dewasa.

Menurut penelitian tersebut, salah satu ketakutan terbesar remaja tersebut apabila ia tumbuh dewasa adalah ia akan menderita penyakit dan meninggal dunia. Bahkan, ia telah berpikir untuk melakukan prosedur operasi untuk menghentikan tubuhnya dari proses penuaan. Kondisi ini menyebabkan dirinya kehilangan berat badan dengan cukup signifikan.

Untuk mengelak dari proses penuaan yang dialaminya, sang remaja berbicara dengan nada yang tinggi untuk menyembunyikan suaranya yang menjadi berat dan menolak untuk berjalan membungkuk. LiveScience mengabarkan bahwa sang ibunda memperlakukannya bak anak kecil. Di malam hari sebelum tidur, ibu menyanyikan lagu untuknya dan memilihkan busana yang akan dikenakannya.

Ketakutan untuk menjadi dewasa ini dialami sang remaja sejak usianya 11 tahun. Ia dikabarkan menderita beragam trauma masa kecil, seperti pelecehan seksual dan intimidasi. Kondisi ini diduga yang menyebabkan sang remaja merasa takut untuk menjadi orang dewasa.

Saat ini, sang remaja menerima beragam perawatan di Autonomous University of Nuevo León, Meksiko, untuk menyembuhkan fobia yang dideritanya. Penggunaan obat-obatan dan terapi telah terbukti efektif pada dirinya dan beberapa perilaku aneh pun dilaporkan telah hilang.

Previous
Next Post »