Minggu, 25 Januari 2015

Perbedaan Affiliate Marketing dan Multi Level Marketing, Pilih Mana?

kotabontang.net - Affiliate marketing adalah sistem pemasaran yang melibatkan tiga komponen. Toko penjual, affiliate dan konsumen. Tugas affiliate adalah mendatangkan konsumen ke toko. Jika konsumen yang didatangkan ke toko melakukan pembelian, affiliate akan mendapatkan komisi dengan besaran persentasi tertentu yang disepakati untuk setiap produk yang dibeli oleh konsumen itu. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di sini.

Sedangkan multi-level marketing (MLM), adalah sistem pemasaran yang memiliki ciri dimana sang marketer merekrut orang lain lagi sebanyak-banyaknya sebagai downline untuk memasarkan produk. Hal ini yang membuat MLM juga sering disebut sebagai network marketing. Banyak kasus yang terjadi, komisi dari merekrut downline ini jauh lebih besar dari omzet penjualan produknya karena adanya biaya pendaftaran dan biaya lainnya yang dibebankan kepada downline baru.

Kedua peluang bisnis ini memiliki kesamaan yaitu sama-sama menawarkan penghasilan hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Perbedaan

Menjadi seorang afiliate marketer, Anda bebas menentukan produk apa yang ingin dipasarkan. Media pemasarannya pun lebih fleksibel dan praktis karena umumnya menggunakan platform online seperti blog, ataupun akun sosial media.

Umumnya affiliate marketing digunakan oleh situs-situs belanja online. Menariknya sistem pemasaran ini tidak membutuhkan biaya pendaftaran sepeserpun ataupun membeli terlebih dahulu produk yang ingin dipasarkan. Modalnya bisa dibilang hanya laptop/komputer serta modem yang terkoneksi pada internet.

Meski demikian, situs toko online yang menawarkan affiliate marketing, seringkali melakukan seleksi yang ketat terhadap para pendaftarnya. Ini dimaksudkan untuk memastikan kualitas affiliate marketer yang diterima, benar-benar efektif untuk meningkatkan volume penjualan di toko online tersebut.

Sementara sistem MLM, biasanya para anggota baru dibebankan biaya pendaftaran dan juga diharuskan untuk membeli produk tertentu terlebih dahulu, sebelum dijualkan kembali. Cara pemasarannya sendiri identik dengan metode yang tradisional, yaitu tatap muka langsung.

Bisa dibilang promosi melalui affiliate marketing adalah cara yang lebih aman dan minim menimbulkan ‘efek gangguan’ pada orang lain.

Nah dari penjabaran tadi, kira-kira mana ya yang lebih pas untuk dipilih? Keputusan akhir tetaplah di tangan Anda. Yang terpenting promosikanlah jualan Anda dengan santun dan sebenar-benarnya, tanpa ada unsur penipuan. Dengan begitu, bisnis Anda pun akan lebih berkah dan bermanfaat. (bn/yukbisnis.com)

Previous
Next Post »