Rabu, 07 Januari 2015

Kebakaran Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan

kotabontang.net - Tiga Jam, Empat Blok Ludes,135 Kios Pasar Inpres Kebun Sayur Terbakar, Kerugian Puluhan Miliar.Isak tangis dan teriakan histeris kembali terdengar di Pasar Inpres Kebun Sayur di Jalan Letjen Suprapto, Balikpapan Barat. Untuk kesekian kalinya, pada Selasa (6/1) pagi, kebakaran menimpa pusat belanja cenderamata di Kota Minyak tersebut.

Meski tidak ada korban jiwa, namun api menghanguskan sedikitnya 135 kios pedagang yang umumnya berjualan batu permata, perhiasan emas-berlian, handphone, pakaian, dan aneka kerajinan lainnya.

Suasana Balikpapan masih pagi buta ketika api mulai berkobar sekira pukul 05.15 Wita. Si jago merah merembet dengan cepat ke bangunan semi-permanen yang rata-rata berukuran 2 x 1,5 meter. Tercatat 20 unit mobil pemadam dan truk tangki air milik Pemkot Balikpapan maupun perusahaan migas, dikerahkan. Tapi, kebakaran baru benar-benar padam sekaligus proses pendinginan sekitar pukul 08.30 Wita. Dalam tempo sekira tiga jam, 135 kios di empat blok ludes. Total, di pasar tradisional itu, secara keseluruhan ada 633 kios/petak yang tersebar di 15 blok.

Dari data dihimpun, api diduga bermula dari Blok A, kemudian merembet ke Blok E, F, dan G (selengkapnya, silakan lihat infografis). Beberapa kios di Blok B juga sempat terbakar.

Ini informasi dari saksi yang diperiksa Polsek Balikpapan Barat. “Ada tiga orang saksi sudah kami minta keterangannya,” jawab Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Kifli S Supu. Sang kapolsek mengomandoi langsung anggotanya di lokasi kejadian untuk memasang police line sekaligus mengamankan aset pedagang.

Beberapa saksi lainnya, yakni petugas keamanan (wakar) pasar, juga melihat kepulan asap dan api bermula di Blok A. Saksi itu, antara lain, Agus Salim, Herlansyah, dan Deni. Api cepat membesar melalap bangunan berbahan kayu tersebut.

“Nanti keterangan saksi juga kami himpun dengan hasil penyelidikan,” tambah Kifli.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Balikpapan untuk mendatangkan petugas dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Surabaya untuk mengecek lebih lanjut pemicu kebakaran, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

API SEPERTI HURUF “U”
Tak banyak yang bisa dilakukan pedagang untuk menyelamatkan sisa barang. Sebagian hanya bisa menonton dari jauh karena dahsyatnya amukan api. Di tengah kepanikan, sempat terjadi aksi saling rebut barang dagangan antara seorang pedagang dengan pedagang lainnya.

Terdengar pula lontaran caci-maki dari para pedagang yang kiosnya sudah terbakar. Itu ditujukan kepada petugas pemadam yang dinilai terlambat datang.

“Jam setengah enam (pagi) api sudah membesar. Tapi, baru satu pemadam yang datang,” ujar Erni (37), seorang saksi mata. Karena fajar masih buta, warga sekitar pasar dan pedagang saat itu juga belum tahu pasti sumber api.

Sedangkan, Muhammad Abduh (35), pemilik Kios Annida yang berlokasi di Blok G-01 kepada Kaltim Post menuturkan, api dengan cepat membakar ratusan kios. Dia membenarkan api bermula dari kios di Blok A dan B, lalu menjalar ke Blok E, F dan G, salah satunya Kios Annida tersebut.

“Api itu dari atas (atap, Red), seperti lari cepat, lalu menjalar ke kios lainnya, seperti huruf ‘U’. Saya dari rumah jam setengah enam, api sudah besar,” papar pria yang bertempat tinggal di Jalan Pandan Barat Nomor 15 RT 5 Kelurahan Marga Sari tersebut.

Hanya 10 persen barang dagangan milik Abduh yang berhasil diselamatkan. Kendati demikian, dia bersyukur lantaran satu kios miliknya yang berada di antara Blok C-D selamat dari amuk api. “Jika ditaksir, kerugian untuk saya pribadi sekira Rp 500 jutaan. Barang (terbakar) berupa batu permata, juga suvenir dan aksesoris,” ujarnya. “Sebagian barang juga masih ada di rumah,” imbuh Abduh.

Dia berharap ke depan pasar segera dibangun kembali. Entah dari anggaran pribadi Pemkot Balikpapan ataupun swadaya pedagang. “Yang jelas bukan dari investor,” tegasnya.

H Abdus Samad (82), pemilik Toko Ar-Rahman di Blok F-7 dan F-8 ini, hanya bisa meratapi dua kios miliknya ludes dilahap api. Sekira pukul 06.00 Wita dirinya datang, namun tak satu pun barang berhasil diselamatkan.

Perasaan hatinya berkecamuk. Terlihat matanya berkaca-kaca. Namun Samad coba menyembunyikan perasaan dengan tetap bersifat tegar. “Namanya musibah, ya, pasrah saja,” tuturnya.

Kerugian Samad diperkirakan kurang-lebih Rp 900 juta. Kata dia, baru kemarin (Senin 5/1) stok barang datang senilai Rp 200 jutaan, seperti sarung dan kain khas. Kios Ar-Rahman menyediakan aksesori dan kain-kain khas Kalimantan, khususnya Kaltim, juga baju dan masih banyak lagi.

“Di rumah (stok barang) masih ada, tapi enggak banyak,” ujarnya.

Kobaran api tak hanya melahap kios pasar, tapi juga bangunan di belakang pasar. “Kios penampungan sementara di belakang juga terbakar. Kalau di sana, rata-rata jual makanan dan ada salon juga,” papar laki-laki yang tinggal di Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 15 RT 45, Kelurahan Sidodadi.

SUMBANGSIH MILIARAN
Muhammad, akrab disapa H Amad (55), juga gagal menyelamatkan dua kiosnya, Bintang Jaya dan Dua Saudara, di Blok F. Dia memperkirakan kerugian mencapai Rp 500 juta. “Kios satunya (Bintang Jaya) itu baru akan dibuka, tapi sudah terisi barang. Baik batu permata maupun suvenir, tapi keburu terbakar,” katanya.

“Untungnya kios satunya (dagang berlian dan permata, Red) selamat dari kobaran api,” imbuh laki-laki yang menjabat ketua Persatuan Pedagang Pasar Inpres Kebun Sayur ini.

Untuk diketahui, setiap hari sistem jaga berlaku di Pasar Inpres, mulai pukul 21.00-06.00 Wita. Tiap blok dijaga hingga empat orang (wakar).

Sebagai pusat cenderamata di Balikpapan, Pasar Inpres ramai dikunjungi tidak hanya oleh pengunjung lokal, tapi juga wisatawan mancanegara. Kata H Amad, Pasar Inpres member sumbangsih bagi pendapatan daerah melalui retribusi setiap tahunnya mencapai Rp 1 miliar.

“Ini informasi kami dapat dari staf Dinas Pasar (juru pungut, Red). Kami memberikan Rp 100 juta per bulan,” tegasnya. “Nilai tersebut diambil dari pembayaran retribusi bulanan dari pedagang pemilik kios,” imbuh H Amad.

Dia berharap bisa segera membangun kios-kios itu dengan swadaya pedagang. Bisa juga menggunakan dana pribadi. “(Ada) 135 (kios) yang terbakar, insya Allah, bisa dibangun kembali. Kalau menurut hitung-hitungan saya, kerugian mencapai puluhan miliar. Karena yang terbakar kios milik pedagang yang modalnya besar,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan Abdul Aziz mengatakan, pihaknya menerima kabar kebakaran melalui handie-talkie (HT) pada pukul 05.20 Wita. Kemudian, langsung meminta pos di Balikpapan Barat merapat ke lokasi, diikuti seluruh unit mobil pemadam yang dimiliki pos penanggulangan bencana.

“Ketika unit datang, api sudah membesar. Langkah pertama yang kami lakukan adalah memblok api supaya tak menyebar,” kata Aziz. Setelah itu, pihaknya meminta bantuan armada kepada Pertamina dan Total. Termasuk, kepada Sabhara Polda Kaltim yang turut membantu pemadaman menggunakan water cannon.

Di Balikpapan, ini merupakan kebakaran kedua pada 2015. Sebelumnya, tepat 1 Januari lalu, kebakaran juga melanda pabrik es krim PT Sukanda Djaya di kawasan Borneo Paradiso, Batakan.

BPBD tak mengalami kendala dalam menjangkau TKP kebakaran. Namun, api begitu cepat menjalar karena bangunan sudah tua dan banyak barang dagangan berupa kain. 
-kaltimpost-

Previous
Next Post »