Selasa, 06 Januari 2015

Inilah modus penipuan di facebook paling populer

kotabontang.net - PENJAHAT dunia maya seakan tidak pernah kehabisan akal untuk menjebak korban-korbannya. Pengguna Facebook menjadi salah satu jejaring sosial yang kerap menjadi incaran para penjahat cyber.

Dengan memiliki lebih dari 800 juta akun yang terdaftar dengan 400 juta kunjungan setiap harinya, Facebook tidak hanya menjadi media utama untuk berbagi ide dan berinteraksi dengan teman, tetapi sekaligus juga sasaran serangan oleh hampir semua kejahatan dunia maya.

Alasannya karena mereka bisa menggunakan Facebook sebagai tempat untuk 'menjajal' tipuannya di depan banyak orang.

Seperti penipuan Spam 'Gadis Mabuk' yang baru ini beredar, tak jarang juga kita mendapatkan banyak postingan scareware, aplikasi nakal yang mencuri data pribadi, dan berbagai bentuk penipuan lain.

Dari sekian banyak bentuk perangkap penjahat cyber, berikut lima di antaranya yang paling populer di Facebook, seperti dilansir netsecurity.about.com:

Fitur baru Facebook
Sebagai sebuah jejaring sosial yang digunakan oleh banyak orang, tentu Facebook tidak ingin ada hal negatif di situsnya. Namun sayangnya, fitur seperti tombol 'dislike' yang sampai saat ini tidak ada di Facebook, sering menjadi bahan penipuan yang digunakan untuk menjebak netter.

Penipu selalu mencoba menggunakan sesuatu yang diinginkan, seperti tombol 'dislike', untuk memancing orang-orang meng-klik sebuah tautan dan memasang malware di komputer korban. Karena itu jangan percaya bujukan apa pun yang mengklaim jika kita memasang sebuah aplikasi khusus, maka tombol 'dislike' akan muncul.

Pasalnya, jika Facebook pada akhirnya meluncurkan tombol 'dislike', maka semua media asli di dunia diyakini akan memuat beritanya.

Penawaran hadiah
Siapa yang tidak tergiur jika mendapatkan hadiah bagus secara cuma-cuma? Nah, para penipu dengan lihai memanfaatkan peluang ini.

Sejumlah pengguna Facebook pasti pernah melihat sebuah postingan yang dilengkapi kalimat seperti 'posting ini maka Anda akan mendapatkan iPad gratis' di wall teman-teman mereka. Tapi jangan dengan mudah mempercayainya.

Teman Anda yang memposting hal tersebut kemungkinan secara tidak sengaja telah memasang aplikasi palsu, yang mengambil keuntungan dari fitur 'allow friends to post to my wall' di Facebook. Aplikasi itu bisa memasang postingan pesan penipuan di wall teman Anda dan wall semua temannya, bahkan kemungkinan tanpa sepengetahuannya.

Video vulgar
Rasa penasaran juga dimanfaatkan. Para penjahat cyber bisanya memancing rasa penasaran dengan sesuatu yang terdengar aneh dan mengerikan, seperti video bertema vulgar.

Tak jarang, para korban memposting kembali tautan penipuan itu, tanpa memverifikasi konten terlebih dahulu. Alhasil, tautan itu tersebar luas dengan cepat dalam hitungan jam. Semakin heboh judul konten, maka kecenderungan penyebaran link juga semakin cepat.

Selain itu, biasanya penipuan jenis ini menyertakan keterangan bahwa korban harus mengisi sebuah survei terlebih dahulu untuk bisa menonton video tersebut. Namun setelah itu, mereka justru tidak bisa mengakses video tersebut.

Di sisi lain, justru saat itu penipu sedang mendulang keuntungan dari hasil survei tersebut. Uang itu diberikan oleh afiliasi program pemasaran malware yang membayar para penipu agar menginstal aplikasi berbahaya.

Meniru menjadi teman Anda
Ketika peretas berhasil meretas sebuah akun Facebook, mereka biasanya akan berusaha dan meniru pemilik asli akun tersebut. Dengan berkedok sebagai pengguna asli, penjahat cyber mencoba menipu teman-teman korban, salah satunya dengan meminjam uang.

Teman-teman dekat yang tidak mengetahui keadaan sebenarnya bisa saja tertipu, sebelum pengguna asli memberitahu mereka.

Facebook berbayar
Bentuk penipuan ini memiliki berbagai variasi, tapi cara kerjanya cukup sederhana.

Salah satunya, para penipu memberitahu korban bahwa Facebook kini menerapkan sistem berbayar untuk akun mereka. Jika korban tidak segera mentransfer uang, maka akun tersebut akan dihaspus.

Beberapa penipu akan mengarahkan pengguna ke sebuah laman khusus, di mana korban bisa melakukan pembayaran. Dengan begitu, para penipu berhasil mendapatkan informasi kartu kredit korban.
(dat03/inilah/netsecurity)

Previous
Next Post »