Selasa, 06 Januari 2015

Balikpapan yang Menawan

kotabontang.net - Balikpapan mengingatkan saya pada Singapura. Kotanya kaya, jalan-jalannya bersih dari sampah. Di malam hari, kilangkilang minyak yang berjejer, anjungan minyak yang bercahaya, dan lanskap kota menjadi pemandangan yang unik.

Cuaca di Balikpapan memang panas, mirip Jakarta. Tapi kalau panasnya Jakarta diperparah dengan banyaknya polusi, Balikpapan masih menawarkan oksigen yang cenderung sehat. Sepanjang perjalanan, tak terlalu banyak kendaraan yang berseliweran. Tak ada asap mengebul dari knalpot kendaraan.

Lebih unik, mobil-mobil dengan enaknya berjalan lamban di sebelah kanan, tanpa takut harus dimaki atau diberondong dengan suara klakson berkali-kali dari mobil atau motor di belakangnya. Yang lebih menakjubkan, sepanjang jalan yang saya lewati, hampir tak ada sampah yang terlihat. Semua sudut jalan terlihat rapi dan bersih.

Sekilas, saya teringat Singapura yang bersih dan teratur. Balikpapan adalah salah satu kota yang ada di Kalimantan Timur. Kota ini kerap disebut sebagai Kota Minyak atau Banua Patra karena banyaknya kilang minyak yang bertebaran di kota ini. Minyak memang membuat kota ini tergolong kota yang kaya di Indonesia.

Konon, biaya hidup di Balikpapan adalah yang termahal di Indonesia. Tapi mari kita lupakan soal biaya hidup. Saatnya untuk menikmati kota yang menyenangkan ini. Di Balikpapan, banyak yang bisa kita temui. Yang paling mudah adalah kilang minyak yang terletak di tepi Teluk Balikpapan, meliputi areal seluas 2.5 km2 . Kilang ini terdiri dari unit Kilang Balikpapan 1 dan unit Kilang Balikpapan II.

Tugas Kilang Balikpapan mengolah minyak mentah menjadi produk-produk yang siap dipasarkan, yaitu BBM dan non-BBM. yang memenuhi kebutuhan dalam negeri khususnya kawasan Timur Indonesia. Lokasi kilang terletak di Jl. Minyak yang berhadapan langsung dengan teluk Balikpapan.

Saat malam hari, cahaya lampu dari kilang-kilang ini memberikan pemandangan yang indah. Jika ingin melihat pemandangan kota Balikpapan, bisa juga mengunjungi meriam peninggalan Tentara Jepang. Lokasinya ada di kawasan Asrama Bukit, Kelurahan kampung Baru Ilir (sidodadi). Jaraknya sekitar 8 km dari pusat kota. Meriam ini menggambarkan bahwa Balikpapan saat Perang Dunia II merupakan tempat yang strategis untuk pertahanan.

Di pusat kota, saatnya untuk berwisata kuliner. Salah satunya bisa dilakukan di Pantai melawai. Pantai ini teletak di Jl. Jend. Sudirman, dekat dengan Pulau Tukung, tempat para pedagang menjual berbagai macam masakan-minuman yang nikmat dengan harga yang relatif murah.

Pengunjung dapat duduk bersantai, bersantap di atas tikar sambil menikmati deburan ombak dan melihat kapal-kapal yang berlayar, lego jangkar maupun yang sedang menurunkan muatan di pelabuhan laut Semayang. Kalau mau mencicip yang legendaris, silakan ke Restoran Kepiting Kenari.

Pasalnya, restoran ini menjadi tempat tujuan wajib bagi mereka yang berkunjung ke Balikpapan. Restoran Kepiting Kenari sebenarnya restoran biasa yang sederhana namun disebut-sebut sebagai penyaji kepiting terenak di Balikpapan. Dan memang itu terbukti. Kepiting yang disajikan tak hanya besar-besar, tapi juga lezat.

Sedikit ke pinggiran Balikpapan, ada Wisata Alam Bukit Bangkirai, sebuah wisata petualangan yang berada di dalam kawasan hutan primer bukit Bangkirai. Selain keasrian hutannya, juga terdapat jembatan tajuk (canopy bridge) dan beberapa jenis burung surga (drongos) dan burung enggang (richoneros) yang sangat langka. Kawasan wisata ini dapat ditempuh 90 menit atau 58 km dari Kota Balikpapan.

Ada pula BOS (Borneo Orangutan Survival). Ini adalah tempat penyelamatan dan pelatihan orangutan. Di tempat ini, orangutan hasil sitaan dilatih keterampilan bertahan hidup agar nantinya bisa dilepas lagi ke alam bebas. Di kawasan BOS juga ada penginapan yang seluruh areanya dikelilingi oleh hutan yang masih asri. Jarak tempuhnya sekitar dua jam dari Balikpapan.

Terakhir, ada Wanawisata Km 10. Taman ini terletak di Km. 10 Jl. Soekarno Hatta, merupakan taman Arboretum yang dibangun oleh PT. Inhutani I Unit Balikpapan. Di dalam taman ini ditanam berbagai jenis pohon dan buah-buahan langka, juga terdapat penangkaran Rusa Sambar (Servus Unicolor) dan trek-trek (jalur) untuk berolahraga joging serta areal camping di alam terbuka dengan lingkungan yang asri.

Previous
Next Post »