Minggu, 04 Januari 2015

Agar Tidak Tertipu, Cerewetlah Saat Ditawari Berinvestasi

kotabontang.net - Agar Tidak Tertipu, Cerewetlah Saat Ditawari Berinvestasi.Masyarakat disarankan bersikap cerewet saat akan memulai berinvestasi. Ini untuk menghindarkan masyarakat dari aksi penipuan berkedok investasi yang belakangan banyak terjadi.

Mencerdaskan masyarakat untuk memilih investasi menjadi salah satu fokus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, 2015 ini. Hal ini diungkapkan Kepala OJK Kaltim, Dedy Patria, kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

"Di awal kita harus cerewet jika ada yang menawarkan investasi. Tanya sedetail mungkin. Jangan nanti ada masalah baru ribut," saran Dedy.

Sederet agenda sosialisasi pun disusun agar masyarakat lebih mengenal OJK, dan terhindar dari investasi bodong. "Kerjasama dengan berbagai lembaga maupun lapisan masyarakat juga dilakukan," ujar Dedy.

Menurut Dedy, memilih investasi harus cerdas, dan tidak mudah tergiur janji bagi hasil yang tinggi. "Kita ingin agar warga semakin pintar, semakin baik mengelola keuangan. Memilih investasi yang tepat, bukan sekedar investasi dengan iming-iming bagi hasil tinggi, tapi nyatanya bodong," katanya.

Investasi dalam bentuk emas, kata Dedy, masih menjadi primadona warga Kaltim saat ini. Namun, lagi-lagi Dedy mengingatkan warga agar selektif memilih investasi emas ini. "Sejumlah kasus terkait investasi ini juga ditemukan sehingga banyak warga tertipu," katanya lagi.

Terdaftar di OJK, menurut Dedy, menjadi satu diantara ciri perusahaan investasi yang baik. OJK, lanjut Dedy, memiliki beragam saluran yang bisa diakses masyarakat, guna mendapatkan informasi terkait perusahaan investasi.

"Banyak masyarakat tertipu, menginvestasikan uangnya dengan janji bagi hasil, tapi nyatanya investasi bodong. Uang sudah disetor, tapi perusahaannya kabur beserta kantor-kantornya," ujar Dedy sambil tertawa.

OJK Kaltim juga memiliki Mobil Literasi Edukasi, biasa disingkat Molek. Molek bertujuan memudahkan masyarakat memahami investasi. "Jangan sampai masyarakat mudah tertipu ajakan investasi," sebut Dedy.

2014 lalu, OJK Kaltim masih disibukkan agenda pembenahan internal. Alhasil, sosialisasi mengenai investasi belum dilaksanakan secara maksimal.

"Kantor kita masih menumpang di Bank Indonesia. Masih banyak pembenahan internal, terutama tata kelola organisasi. Makanya, di 2014, sosialisasi OJK ke masyarakat Kaltim belum maksimal. Di 2015, kita maksimalkan sosialisasi itu," kata Dedy.

Previous
Next Post »