Selasa, 09 Desember 2014

Rindu Berat - Lepas Kangen, Wanita Hamil Ini Tak Peduli Berciuman Hot di Tahanan

Rindu Berat - Lepas Kangen, Wanita Hamil Ini Tak Peduli Berciuman Hot di Tahanan
kotabontang.net - Rindu Berat - Lepas Kangen, Wanita Hamil Ini Tak Peduli Berciuman Hot di Tahanan.Warga negara Amerika Serikat (AS), Heather Lois (19), melepas kangennya dengan sang kekasih Tommy Schaefer (21) saat keduanya bertemu di ruang tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Senin (8/12/2014).

Keduanya yang berstatus tersangka itu sedang menunggu proses pelimpahan tahap dua berkas kasusnya, yakni pembunuhan Shaeila von Weise Mack (62), yang tak lain adalah ibu angkat Heather sendiri.

Saat bertemu Tommy, mata Heather langsung berbinar. Keduanya langsung berpelukan setelah sebelumnya terdiam dan saling memandang.

Tanpa menunggu lama Heather yang perutnya terlihat membuncit, langsung menyambut pelukan Tommy serta menciumnya. Keduanya seakan tidak peduli meski ada banyak orang yang melihatnya, termasuk belasan media yang terus menyorot.

Begitu pula dengan Tommy yang datang sambil membawa Alkitab berwarna merah di tangannya, juga membalas pelukan Heather dan mencium kening, bibir Heather lalu berlutut dan mencium perut buncit Heather cukup lama.

Pembunuhan atas Sheila yang populer sebagai kasus “mayat dalam koper” itu terjadi pada 12 Agustus 2014 lalu di salah-satu kamar hotel mewah di Nusa Dua, yakni St Regis Hotel.

Diduga aksi pembunuhan berawal dari adu mulut antara Sheila dengan Tommy di lobi hotel sehari sebelumnya, yakni 11 Agustus, saat Tommy diketahui menyusul menginap di St Regis Hotel.

Sheila disebut-sebut tak menyukai hubungan Tommy dengan Heather. Sheila menjadi marah setelah mengetahui Heather sudah hamil 2 bulan.

Dalam lanjutan adu mulut di kamar, Tommy memukul Sheila dengan baskom kaca tempat buah hingga ia meninggal. Dibantu Heather, Tommy memasukkan jasad Shiela ke dalam koper besar lalu dibungkus kain sprei putih. Terungkap bahwa koper itu berisi mayat karena terdapat bercak darah di sprei.

Sopir taksi bersama sekuriti hotel yang mencurigai koper itu, membawanya ke kantor Polsek Kuta Selatan, setelah Tommy dan Heather tak kunjung muncul meskipun sudah memesan taksi. Pada 13 Agustus pagi, Heather dan Tommy yang melarikan diri, berhasil dibekuk polisi di Hotel Risata, Legian, Kuta. JIka terbukti melakukan pembunuhan berencana, keduanya bisa terancam hukuman mati.

Menurut Raja Nasution, pengacara Heather, bayi di dalam kandungan Heather kini berusia 6 bulan. Dari pemeriksaan terakhir diketahui jenis kelamin anaknya adalah perempuan.

"Sampai saat ini tidak ada keluhan, masih normal. Katanya, bayi dalam perutnya suka menendang. Tapi pemeriksaan dokter terakhir, kandungannya dalam keadaan baik dan sehat," jelas Raja.

Heather juga dikatakan selalu menjalani pemeriksaan setiap bulan di RS.Trijata milik Polda. Heather sudah mulai terbiasa dalam tahanan dan tidak gelisah seperti dulu.

Usai bertemu Tommy, Heather tampak sumringah dan percaya diri. Ia pun sempat berbincang dan bercanda kepada media dari balik jeruji. Kepada media, Heather mengaku senang anaknya perempuan dan akan ia beri nama Stella.

"Stella adalah nama nenek saya," ucapnya. Menurutnya, kini ia sudah bisa sedikit berbahasa Indonesia, serta mengucapkan beberapa kata bahasa Bali seperti suksma dan kenken.

Heather juga mengaku akan tetap tinggal di Indonesia setelah semua kasusnya usai karena ia mengaku mencintai Bali. Di dalam tahanan ia juga mengatakan diberi makanan khas Indonesia.(Tribun Bali/Warta Kota)

Previous
Next Post »