Selasa, 02 Desember 2014

Ketika Wanita Indonesia Ditolak Operasi Plastik di Korea

Ketika Wanita Indonesia Ditolak Operasi Plastik di Korea
kotabontang.net - Korea Selatan tidak hanya dikenal dengan musik K-popnya, namun juga dunia kecantikannya. Hal ini terbukti dengan menjamurnya klinik kecantikan di kawasan Gangnam, Seoul. Salah satu klinik kecantikan di kawasan Gangnam itu adalah The Line yang menawarkan berbagai prosedur operasi plastik mulai dari bagian wajah hingga seluruh tubuh.

Pasien dari The Line tidak hanya berasal dari Korea. Beberapa negara lain seperti Singapura, Vietnam, Kamboja, China, Taiwan, termasuk Indonesia pernah melakukan prosedur operasi langsung di negeri ginseng tersebut. Untuk pasien asal Indonesia, kini klinik The Line telah menghadirkan agen wisata kecantikan yang dapat membantu mereka untuk mempersiapkan semua kebutuhan operasi, mulai dari pra konsultasi, proses operasi, hingga proses pemulihan di Indonesia.

Menariknya, dengan bantuan agen wisata ini para pasien tidak perlu mengantre untuk bisa bertemu langsung dan dapat berkonsultasi dengan dokter ahli sebelum memutuskan untuk dioperasi. Biasanya para dokter akan memeriksa terlebih dahulu kondisi terakhir pasien saat tiba di Korea. Setelah tidak ada masalah atau penyakit yang dianggap membahayakan, para pasien bisa menjalani operasi.

Namun ternyata, tidak semua pasien layak untuk dioperasi, karena beberapa di antara mereka memiliki kondisi kulit yang sudah berubah serta masalah kesehatan yang dianggap berbahaya jika melakukan operasi plastik. Seperti yang dikemukakan oleh Sovia Tjua selaku perwakilan The Line di wilayah Jakarta dan Jawa Tengah. Dia bercerita tentang salah satu pasiennya yang datang ke Korea untuk operasi kantung mata. Tetapi ketika tiba di sana, dokter menolak untuk mengoperasinya lantaran kulit wajahnya sudah tidak elastis lagi. Padahal 10 bulan sebelumnya saat konsultasi, kulitnya masih bagus.

"Dokternya bilang sebenarnya bisa saja operasi di bagian atas mata, tetapi jika mata bagian bawah tidak dioperasi karena kondisi jaringan kulit yang tidak sehat, hasilnya jadi nggak seimbang dan tampilan wajah jadi kurang wajar," terang Sovia ketika berbincang dengan Wolipop di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2014).

Dengan kondisi kulit pasien yang seperti ini, tidak ada gunanya untuk menyuntikkan cairan lemak ke bagian mata, karena lemaknya tidak bisa menempel lagi dengan kulit. Maka dokterpun menganjurkan untuk memperbaiki kualitas kulit terlebih dahulu agar ketika dioperasi hasilnya lebih maksimal.

Wanita 50 tahun ini menambahkan, ada juga pasiennya yang ditolak untuk operasi karena mempunyai penyakit pengerasan liver. Menurut para dokter ahli, proses operasinya tidak bermasalah, namun proses penyembuhannya dapat bermasalah dan mempunyai risiko tinggi.

Secara kesehatan, ada beberapa kasus atau pasien yang mengidap penyakit berat yang tidak diperbolehkan untuk melakukan operasi apapun. Oleh karena itu, para dokter di The Line lebih mengutamakan kepuasan dan keselamatan para pasien. Jika sang pasien memang dalam kondisi yang tidak layak operasi, pihak dokter di sana tidak akan memaksakan.

"Tapi ada juga pasien kita yang punya penyakit diabetes bahkan sudah suntik insulin, karena perawatannya benar, jadi diperbolehkan untuk operasi karena tidak berbahaya," ringkasnya menutup perbincangan.

Previous
Next Post »