Selasa, 02 Desember 2014

Kerajaan Saudi Berencana Pindahkan Makam Nabi Muhammad?

Kerajaan Saudi Berencana Pindahkan Makam Nabi Muhammad?
kotabontang.net - Rumor telah beredar terkait usulan yang diajukan seorang akademisi Arab Saudi untuk memindahkan makam Nabi Muhammad, dari lokasinya saat ini. Berita tentang proposal itu muncul di media, antara lain di harian The Independent yang kemudian dikutip sejumlah media lain.

Makam tersebut terletak di Masjid Al-Masjid Al-Nabawi, di kota Madinah, Saudi. Usalan itu menyebutkan bahwa jenazah Nabi Muhammad akan dipindahkan ke makam tak bertanda di pemakaman Al-Baqi di Madinah.

Usulan kontrovesrial itu merupakan bagian dari dokumen konsultasi yang dilaporkan telah diajukan oleh akademisi terpandang Arab Saudi, Dr Ali bin Abdulaziz al-Shabal dari Al-Imam Muhammad Ibn Saud Islamic University di Riyadh. Proposal tersebut telah diedarkan di kalangan para pengawas di Masjid Al-Masjid al-Nabawi.

Rencana tersebut diketahui oleh seorang akademisi Saudi yang lain, yang menentang penghancuran tempat-tempat suci di negara itu. Secara khusus Mekah, yang merupakan lokasi situs paling suci dalam Islam, yaitu Kabah, yang terletak di dalam Masjidilharam.

Dokumen berjumlah 61 halaman itu diduga telah menyerukan penghancuran sejumlah ruangan di sekitar makam Nabi. Jenazah nabi dipindahkan ke pemakaman Al-Baqi, di mana sejumlah anggota lain dari keluarga Nabi telah dikuburkan, termasuk ayahnya.

Direktur Islamic Heritage Research Foundation, Dr Irfan al-Alawi, memperingatkan bahwa melaksanakan rencana tersebut dapat memicu ketegangan sektarian antara golongan Sunni dan Syiah.

"Orang-orang mengunjungi ruang-ruangan itu, yang merupakan ruangan di mana keluarga Nabi hidup, dan datang ke ruang pemakaman untuk berdoa. Sekarang mereka ingin mencegah para peziarah menghadiri dan menghormati makam karena mereka yakin ini merupakan syirik, atau penyembahan berhala. Namun satu-satunya cara mereka bisa menghentikan orang-orang mengunjungi Nabi adalah menyingkirkannya keluar dan masuk ke pemakaman," kata Dr al-Alawi kepada Independen.

Sejauh ini, tidak ada bukti bahwa rencana yang diusulkan itu akan dilaksanakan.

Previous
Next Post »