Rabu, 03 Desember 2014

Ini Kata Komnas Perempuan soal Pengurangan Jam Kerja Pegawai Perempuan?

Ini Kata Komnas Perempuan soal Pengurangan Jam Kerja Pegawai Perempuan?
kotabontang.net - Ini Kata Komnas Perempuan soal Pengurangan Jam Kerja Pegawai Perempuan? Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meminta agar pemerintah mempertimbangkan rencana pengurangan jam kerja bagi pegawai perempuan. Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah mengatakan, Komnas Perempuan menilai kebijakan berpotensi mendiskriminasi dan menambah beban tanggung jawab perempuan.

"Bisa jadi kebijakan itu akan menguatkan cara pandang yang membenarkan tanggung jawab parenting cuma tugas ibu saja," ujar Yuniyanti, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/12/2014) malam.

Ia mengatakan, kebijakan itu juga mendiskriminasi perempuan karena tanggung jawab domestik rumah tangga selalu dibebankan kepada perempuan. Padahal, tugas mendidik dan membesarkan anak, juga tugas laki-laki sebagai kepala keluarga.

Dengan aturan ini, Yuniyanti mengatakan, beban bagi perempuan akan semakin bertambah. Selain harus bekerja untuk memperoleh penghasilan, perempuan masih harus menyisakan waktu untuk mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga lainnya.

"Beberapa tahun ini, angka kematian ibu sangat tinggi. Itu disebabkan banyaknya tugas yang dikerjakan perempuan, baik di tempat kerja dan di rumah," kata Yuniyanti.

Selain itu, menurut dia, tidak sedikit pekerja perempuan yang menjadi orangtua tunggal. Ia mengigatkan, jangan sampai aturan pengurangan waktu kerja mengurangi hak anak, karena orangtua kesulitan memenuhi beban ekonomi keluarga.

Meski demikian, ia menilai, kebijakan tersebut mungkin sesuai dalam beberapa kondisi tertentu. Misalnya, saat perempuan dalam masa produktif untuk mengurus anak, seperti ibu yang masih menyusui anak.

Di sisi lain, mungkin waktu yang digunakan untuk bekerja terlalu banyak, sehingga tidak ada waktu untuk mengurus anak. Yuniyanti berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan berbagai hal sebelum mengeluarkan kebijakan pengurangan jam kerja bagi perempuan. Paling tidak, pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi alternatif bagi perempuan untuk menjalankan hak dan tanggung jawab dengan seimbang.

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengungkapkan, pemerintah akan menerapkan kebijakan pengurangan jam kerja bagi pegawai perempuan. Kebijakan ini akan dilakukan agar perempuan bisa mempunyai waktu yang cukup untuk keluarga, terutama bagi anak.

Previous
Next Post »