Kamis, 04 Desember 2014

Hati-hati Biaya Umrah Murah Calon Jemaah Harus Jeli Memilih Biro Perjalanan

kotabontang.net - Hati-hati Biaya Umrah Murah Calon Jemaah Harus Jeli Memilih Biro Perjalanan , Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap tawaran atau iming- iming berangkat ibadah umrah dengan biaya yang murah. Beberapa kali tercatatkejadian jemaah umrah telantar di Arab Saudi karena berbiaya murah.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Joko Asmoro, harga minimal perjalanan umrah yang layak, aman, dan nyaman adalah 1.700 dolar AS. Jika biaya umrah berada di bawah itu, kata Joko, tidaklah mungkin mendapat pelayanan yang seharusnya diterima dengan baik oleh jemaah.

Dicontohkannya, harga tiket pesawat saja sudah mencapai 1.100 dolar AS, belum biaya hotel, transportasi selama di Arab Saudi, dan biaya lainnya.

"Masyarakat hendaknya tidak terpancing tawaran biaya yang murah sekali. Jangan sampai dijanjikan hotel ternyata di apartemen. Sampai sanakonsumsi atau makan dan transportasi ditanggung sendiri. Akibatnya, karena khawatir ongkosnya mahal, jemaah pilih tinggal di masjid. Janganlah seperti itu," kata Joko saat ditemui pada acara Sosialisasi UU No 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Penandatanganan MoU (Konsorsium AMPHURI Wilayah I Jabar dengan Mitra Kerja) dan Penetapan Standar Harga (Harga Minimal Umrah yang Layak, Aman, dan Nyaman) di Park Hotel Jalan PHH Mustopa, Rabu (21/5/2014).

Joko mengatakan, calon jemaah harus jeli memilih penyelenggara haji dan umrah. Untuk meyakinkan bahwa penyelenggara tersebut berizin, kata Joko, calon jemaah bisa meminta bukti suratizin atau cek ke laman Kemenag, www.kemenag.go.id. Di laman ini, tercatat penyelenggara haji yang sudah berizin.

"Kami ingin memberikan pencerahan kepada masyarakat agar saat mendaftarkan diri dan memilih paket perjalanan umrah hanya dengan tarif umrah yang masuk akal, telah berizin, dan tidak terpancing penawaran-penawaran yang menggunakan sistem tidak jelas seperti MLM," katanya.

Joko mengatakan, tumbuhnya perekonomian Indonesiamengakibatkan tumbuh pula masyarakat yang ingin berumrah. Di tengah animo seperti itulah, kata Joko, muncul beragam penawaran dan iming-iming yang menarik untuk berangkat umrah.

"Karena cukup banyak penyelenggara haji yang tidak berizin, akibatnya jemaah telantar. Sesampainya di sanatidak mendapat sesuai yang dijanjikan, dan sebagainya," katanya.

AMPHURI mencatat, penyelenggara haji yang tercatat di Kemenag sebanyak kurang lebih 400 KBIH dan belum termasuk pondok pesantren dan yayasan. Total sekitar 579 penyelenggara haji dan umrah. Di Jabar sendiri tercatat hanya 39 penyelenggara umrah dan haji yang berijin.

Hal serupa diungkapkan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jabar, Yusuf Indra Supriatna. "Sosialisasi ini perlu dilakukan, seperti memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menggunakan travel haji dan umrah yang berizin," katanya.

Previous
Next Post »