Minggu, 30 November 2014

Budidaya Lele dengan Kolam Terpal

kotabontang.net - Budidaya Lele dengan Kolam Terpal, Usaha ternak atau budidaya ikan lele memang masih menjadi daya tarik dan banyak diminati masyarakat Indonesia. Budidaya ikan lele selain memiliki nilai ekonomis, juga relatif lebih mudah dan murah dalam aplikasinya.

Beberapa kemudahan teknik budidaya ikan lele ini adalah sifatnya yang tidak memerlukan persyaratan khusus tempat atau kolam pemeliharaan. Maka berkembanglah sistem budidaya ikan lele dalam kolam menggunakan terpal.

Pada awalnya, budidaya ikan lele banyak dilakukan di kolam-kolam konvensional seperti kolam tanah, kolam tembok, kolam beton, atau bahkan di kolam yang terbuat dari fiber glass. Namun seiring makin berkembangnya teknik budidaya, maka berkembang teknik budidaya lele dengan memanfaatkan terpal, atau dikenal dengan nama kolam terpal.

Kolam terpal sebagai tempat budidaya lele awalnya banyak berkembang di daerah Pantura Jawa Barat sebelum akhirnya berkembang menyebar ke daerah lainnya termasuk ke luar Pulau Jawa.

Pada perkembangan selanjutnya, teknik kolam terpal ini malah disukai oleh masyarakat perkotaan, teknik ini sangat disukai karena cocok dilakukan tanpa memerlukan lahan yang luas, bahkan bila perlu lahan bekas garasi mobil saja bisa dimanfaatkan, atau pekarangan sempit di belakang rumah.

Proses pembuatan kolam terpal tergolong sangat praktis dan mudah. Pengerjaan pembuatannya mungkin hanya dibutuhkan beberapa jam saja.

Kolam terpal setelah panen hanya cukup dibersihkan dan diisi air baru. Berbeda dengan kolam konvensional yang perlu waktu kurang lebih seminggu agar bisa digunakan kembali, mengingat tanah harus diolah, dijemur, dan dikeringkan.

Teknik ini memungkinkan budidaya dapat dilakukan pada daerah yang suplai airnya kurang. Metode ini tidak memerlukan air yang mengalir dan dapat mengurangi resiko kebocoran-kebocoran air seperti yang biasa terjadi pada kolam konvensional.

Selain itu, hasil budidaya lele dalam kolam terpal akan menghasilkan ikan lele yang tidak berbau lumpur, yang mana bau lumpur tersebut biasanya dihasilkan dari budidaya lele dengan kolam tanah atau tembok. Bau ini rata-rata ternyata menurunkan selera makan para konsumen, sehingga rasa asli ikan lele yang gurih pun tidak dapat dinikmati. (as/berbagai sumber)

Previous
Next Post »